DetikNews
Kamis 14 Juni 2018, 11:52 WIB

Kisah Tukang Pijat yang Kebanjiran Pasien Saat Musim Mudik

Sudirman Wamad - detikNews
Kisah Tukang Pijat yang Kebanjiran Pasien Saat Musim Mudik Jasa pijat di rest area Tol Palikanci. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
FOKUS BERITA: Jalur Mudik 2018
Cirebon - Momen mudik Lebaran 2018 menjadi berkah tersendiri bagi Idris (30) dan Haris (32), warga Desa Setu Patok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Keduanya bekerja sebagai tukang pijat.

Jemari Haris sibuk bergoyang-goyang memijat salah seorang pelanggannya. Haris mangkal di rest area KM 207 A Tol Palimanan-Kanci (Palikanci). Setiap momen mudik lLbaran, Haris selalu kebanjiran pasien. Banyak pemudik yang menggunakan jasa Haris saat berhenti di rest area.

Haris mengaku selama musim mudik lebaran rata-rata pelanggannya mencapai lima hingga tujuh pelanggan per harinya. "Di sini sudah lama, ada tujuh tahunan. Hari biasa juga mangkal, tapi pelanggannya tidak sebanyak musim mudik," kata Haris kepada detikcom, Kamis (14/6/2018).

Warga memanfaatkan kehadiran tukang pijat di rest area jalur mudik di Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Membludaknya pasien pijat itu membuat Haris mendapatkan rezeki. Segala kebutuhan untuk lebaran pun sudah terpenuhi. Selama masa arus mudik Lebaran, Haris mengaku rata-rata mengantongi penghasilan Rp 400 ribu per hari.

"Ya kadang ramai, kadang tak ada. Waktu ramai itu pas buka puasa dan jelang sahur. Hasilnya ya buat lebaran, zakat, dan lainnya. Alhamdulillah sudah disiapkan semua," ucapnya.

Untuk sekali layanan pijat, Haris mematok tarif Rp 70 ribu. Namun, lanjut dia, tarifnya bisa bervariatif tergantung bagian tubuh mana yang dipijit. "Kalau kakinya saja bisa, biasanya sih 35 ribu. kalau pijit seluruh badan, 70 ribu rupiah," kata Haris.

Di samping lapak pijat milik Haris, Idris tengah sibuk menghitung penghasilannya. Idris mulai bekerja sejak siang hingga malam hari. Tak jauh beda dengan Haris, rata-rata pelanggannya mencapai lima sampai tujuh orang per harinya selama musim mudik Lebaran.

"Kalau masih kuat, badan kita masih fit terus saja sampai delapan pelanggan. Tapi kalau sudah capek ya balik. Tarif sama seperti yang lainnya, variasi ada juga yang sampai 100 ribu rupiah," tutur Idris.

Tukang pijat mangkal di rest area Tol Palikanci. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Ia mengaku selama masa mudik Lebaran dari hasil pijatnya dapat mengantongi jutaan juta. "Satu minggu selama mudik biasa sampai tiga juta rupiah, kalau hari biasa cuma satu atau dua pelanggan," ujar Idris.

Jasa tukang pijat ini gampang ditemukan pemudik saat beristirahat di rest area tersebut.
(bbn/bbn)
FOKUS BERITA: Jalur Mudik 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed