Sebelum Pulang Kampung, Uang 'Jeger' Diburu Pemudik di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 09 Jun 2018 14:40 WIB
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Uang 'jeger' (kaku) atau uang baru kerap menjadi buruan pemudik sebelum pulang kampung. Uang dengan pecahan kecil tersebut diburu untuk nantinya dibagikan kembali kepada sanak saudara sebagai 'THR'.

Sejumlah lembaga perbankan sengaja membuka stand-stand khusus penukaran uang jeger tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menekan keberadaan calo penukaran uang tak resmi.

"Kalau di tukang penukaran tidak resmi bisa kena potongan 10%, kalau saya nukar Rp 500 ribu, mereka dapat Rp 50 ribu. Makanya mending cari-cari yang dari Bank, itu enggak dipotong tapi memang biasanya dibatasi," kata Budi BS, salah seorang pemudik yang ikut mudik gratis di Dishub Kota Sukabumi, Sabtu (9/6/2018).

Keberadaan stand penukaran uang resmi dari Bank memang sering dibuka di titik-titik keramaian. Selain di terminal, mereka juga membuka penukaran uang di mall atau pasar.

"Memang tujuan utamanya untuk memudahkan masyarakat yang ingin menukarkan uang tanpa potongan. Kadang kita batasi kalau memang antriannya mengular, tergantung kebijakan petugas di lapangan," kata Pimpinan Cabang (Pincab) Bank Jabar Banten (BJB) Sukabumi, Graha Noviana kepada detikcom.

Tingkat Penarikan Uang Tinggi

Sementara itu, Graha menjelaskan sepanjang Ramadan sampai sampai menjelang lebaran tingkat penarikan uang oleh masyarakat cukup tinggi hingga mencapai Rp 752.57 Milyar.

"Kami menyebutnya kas titipan, tarikan uang oleh masyarakat mencapai Rp 700 miliar lebih. BJB melayani semua perbankan dan masyarakat untuk penarikan maupun penyetoran uang . Untuk Bank saya bandingkan dengan kas titipan lain kita paling besar," terangnya.

Dengan kondisi itu Graha menjelaskan jika ekomomi masyarakat di Sukabumi luar biasa hebat. "Mungkin itu tandanya ekonomi sukabumi luar biasa hebat, kas titipan lain ada yg 100M an, paling gede ada satu 400M, nah sukabumi sampai Rp 700 miliar lebih," tandasnya. (ern/ern)