DetikNews
Senin 28 Mei 2018, 13:32 WIB

Nelayan Curi Besi Kapal Viking yang Ditenggelamkan Menteri Susi

Dadang Hermansyah - detikNews
Nelayan Curi Besi Kapal Viking yang Ditenggelamkan Menteri Susi Wakapolres Ciamis Kompol Lalu Wira Sutriana menunjukan gergaji besi yang digunakan tersangka mencuri besi kapal. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom).
Ciamis - Aparat menangkap seorang nelayan, inisial HH (37), gara-gara mencuri besi bangkai kapal FT Viking di Pangandaran, Jawa Barat. Kapal itu salah satu yang pernah ditenggelamkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

HH nekat mencuri besi tersebut untuk mencari penghasilan tambahan. Sebab hasil tangkapan ikannya berkurang lantaran musim angin timur. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana yang ancaman hukuman penjara paling lama sembilan tahun.


Wakapolres Ciamis Kompol Lalu Wira Sutriana mengatakan tersangka berhasil ditangkap petugas sebelum menjual besi hasil curian. Penangkapan tersebut atas bantuan dari anggota TNI AL.

"Kapal Viking itu sudah cukup lama berada di Pantai Pangandaran. Kalau sedang surut kapal ini mudah dijangkau oleh warga. Sehingga tersangka ini tergiur untuk menjual besi-besi kapal untuk menambah penghasilan," ujar Wira di Mapolres Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (28/5/2018).

Bangkai kapal Viking itu sengaja disimpan di pantai pasir putih Pangandaran untuk daya tarik wisata. "Kapal Viking ini yang ditangkap di Kepulauan Riau oleh Kementerian Kelautan, lalu ditenggelamkan dengan cara diledakkan di Pangandaran pada 2016." tutur Wira.

Baca juga: Ditenggelamkan, Ini Daftar 'Dosa' Kapal Viking di Laut Indonesia

Menurut Wira, tersangka mencuri besi kapal itu secara manual menggunakan gergaji besi pada siang hari. Barang bukti yang disita polisi berupa dua gergaji, dua mata gergaji, 12 potong besi pipa dengan ukuran cukup panjang, 1 buah besi tutup bensin, dan 1 buah besi persegi berbentuk saringan.

Rencananya besi curian itu dijual ke penadah dengan harga Rp 3.000 per kilogram. "Tersangka tidak melakukannya sendiri. Ada dua tersangka lainnya, inisial AF dan SR, yang kami tetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO)," katanya.

Guna mencegah aksi serupa, polisi meningkatkan patroli di lokasi kapal Viking. "Patroli oleh Polsek maupun Polair. Juga imbauan kepada masyarakat bahwa barang itu milik negara," ucap Wira.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed