DetikNews
Sabtu 26 Mei 2018, 16:40 WIB

Mengenal Gadis Periang dan Berbakat yang Tewas Dibanting Adiknya

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Mengenal Gadis Periang dan Berbakat yang Tewas Dibanting Adiknya Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bandung - KP (16) meninggal dunia di tangan adiknya sendiri, KSP (14). Gadis ini merupakan sosok periang yang berbakat.

KP merupakan siswi kelas 10 di SMA Negeri 3 Karawang. Di sekolah tersebut, KP tergabung dalam kelompok teater Merah Putih.

"Dia salah satu siswi yang berbakat," ucap Panji Maziya Perdana, salah satu pelatih teater Merah Putih saat dihubungi detikcom via telepon genggamnya, Sabtu (26/5/2018).

Panji mengenang sosok remaja periang tersebut. Menurutnya, KP merupakan salah satu anggota handal saat membaca puisi di teater tersebut.

Menurut Panji, KP juga berperan besar dalam kelompok teater Merah Putih. Dia turut mengantarkan kelompok teater itu hingga menjadi juara pertama dalam gelaran dramatisasi puisi se-Karawang pada akhir tahun lalu.

"Dia saat itu membacakan puisi berjudul Karawang-Bekasi ciptaan Chairil Anwar. Berkat dia, kita meraih juara satu. Padahal dia terhitung baru dua bulan bergabung sama kita," tuturnya.

Panji menuturkan KP sangat senang berkesenian teater khususnya dalam membaca puisi. Dalam setiap sesi latihan, dia termasuk salah satu anggota yang sangat semangat dalam berlatih.

"Dia memang excited banget. Ya dia selalu bersemangat latihan teater meskipun kalau latihan kadang ada orang yang nonton kadang enggak, tapi dia selalu semangat. Percaya diri juga orangnya," kenang Panji.

Panji mengaku memang tidak terlalu dekat dengan KP. Kedekatannya hanya sebatas pelatih dan siswa. Namun, Panji sudah mengenal sejak KP masih duduk di bangku SMP. Saat itu, kelompok teater Merah Putih juga jadi salah satu pengajar di SMP 5 Karawang tempat KP menempuh pendidikan SMP.

"Meskipun tidak dekat, tapi setidaknya saya menilai dia berbakat," tandasnya.


Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Panji mengatakan KP sempat tampil berpuisi saat peringatam hari Kartini dan Pendidikan di sekolahnya. Kala itu, sambung dia, KP membaca puisi sajak berjudul 'Sebatang Lisong' karya WS Rendra.

"Dia memang sangat bersemangat ke puisi. Kita juga rencananya akan ikut lomba teater se Purwakarta Karawang Bekasi Oktober nanti, nah dia sangat bersemangat sering nanyain even itu. Tapi ternyata dia tidak bisa ikut," tuturnya.

Kini, sosok berbakat tersebut telah tiada. Rekan-rekannya di kelompok teater mengaku sangat kehilangan sosok remaja yang murah senyum itu.

"Tentu kita sangat kehilangan sekali. Teman-teman masih keinget sama senyumnya, karena kalau ketemu dia selalu tersenyum," kata Panji.

KP sendiri meninggal dunia usai dibanting adiknya.
Kasus tersebut terjadi di rumah keduanya yang beralamat di Perumahan CKM, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jabar pada Kamis (24/5) malam. Insiden itu berawal dari kekesalan KP terhadap ibunya yang tak meminjamkan sepeda motor.

Kekesalan KSP dilampiaskan kepada kakaknya KP yang sedang tertidur di kamar. KSP menendang, menjambak hingga akhirnya membanting kakaknya saat KP hendak melawan akibat kesal diganggu.

Bantingan KSP membuat kakaknya terjatuh dengan posisi kepala di bawah membentur lantai. Akibat benturan, KP tak sadarkan diri dan meninggal dunia saat hendak dibawa ke rumah sakit.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed