DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 14:58 WIB

Mensos Targetkan 2019 Indonesia Bebas Pasung dan Prostitusi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Mensos Targetkan 2019 Indonesia Bebas Pasung dan Prostitusi Menteri Sosial Idrus Marham menyambangi panti sosial di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menargetkan pada 2019 mendatang Indonesia bebas praktik pasung dan prostitusi. Hal tersebut diungkapkan Idrus di sela kunjungannya ke sejumlah panti sosial di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (25/5/2018).

"Kementerian sosial sudah ada komitmen yang sangat kuat, ada pencanangan yang telah kita lakukan. Insya Allah pada 2019 nanti Indonesia bebas pasung dan Indonesia bebas prostitusi," kata Idrus kepada awak media.


Idrus mengakui banyak persoalan kompleks yang dihadapi dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Soal bebas pasung misalnya, Idrus mencontohkan masih ada warga yang menganggap bahwa anggota keluarganya yang mengidap gangguan jiwa ialah aib.

"Soal pemasungan pemerintah perlu melakukan pendekatan, semua sektor harus terlibat mulai dari kesehatan, sosial, Pemda dan semua pihak harus terlibat melalui program-program yang jelas hingga kita benar-benar mampu mencanangkan tahun 2019 Indonesia bebas pasung," tuturnya.

"Bukan hanya merehabilitasi ODGJ tapi juga bagaimana mengedukasi keluarganya karena ada yang menganggap hal itu adalah aib keluarga kadang mereka ini tertutup dan tidak diketahui publik secara umum," ujar Idrus menambahkan.

Mensos Targetkan 2019 Indonesia Bebas Pasung dan ProstitusiMenteri Sosial Idrus Marham mengunjungi Panti Aura Welas Asih di Jalan Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom).
Soal komitmen 2019 Indonesia bebas prostitusi, Idrus menceritakan pengalamannya menutup ratusan lokalisasi di salah satu wilayah di Kalimantan Tengah. "Baru saja saya pulang dari Kalimantan Tengah, menutup tempat lokalisasi prostitusi. Ada 154 yang kita tutup, masih ada kurang lebih 17 lagi menyusul. Dari sana kita mencanangkan selain bebas pasung, juga bebas prostitusi pada 2019 nanti," ucapnya menegaskan.

"Inilah makanya bagaimana seorang menteri itu harus rajin turun langsung berkomunikasi dengan rakyat. Bertukar pikiran dengan rakyat, pesan Presiden Joko Widodo jelas bagaimana negara harus hadir menghadapi setiap persoalan sosial yang terjadi," ujar Idrus melanjutkan.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed