detikNews
Kamis 24 Mei 2018, 13:49 WIB

Didakwa Pembunuhan Berencana, Pembunuh Ustaz Prawoto Geleng Kepala

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Didakwa Pembunuhan Berencana, Pembunuh Ustaz Prawoto Geleng Kepala Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Asep Maftuh, penganiaya brigade PP Persatuan Islam (Persis) Ustaz Prawoto hingga tewas mulai menjalani persidangan. Dalam persidangan, Asep didakwa melakukan pembunuhan berencana.

Sidang perdana beragendakan pembacaan dakwaan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jabar, Kamis (24/5/2018). Asep hadir dengan mengenakan pakaian muslim tanpa didampingi pengacara dalam sidang yang dipimpin oleh mejelis hakim Wasdi Permana.

Jaksa penuntut umum Kejari Bandung, Dina B.A Situmorang langsung membacakan surat dakwaan terhadap Asep.

Ada dua dakwaan yang dibacakan. Pada dakwaan pertama, jaksa mendakwa Asep dengan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana.

"Bahwa terdakwa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan," ucap Dina membacakan dakwaan.

Dalam dakwaan, indikasi perbuatan tersebut direncakan ialah dengan menyiapkan sebatang pipa besi. Pipa besi tersebut menjadi senjata Asep untuk memukul Prawoto hingga terluka dan meninggal dunia.

"Bahwa terdakwa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menyiapkan satu batang pipa besi ukuran sekitar 120 sentimeter," kata dia.


Sementara dakwaan kedua, Asep didakwa Pasal 351 ayat (3) KUHPidana. Pasal tersebut mendakwa Asep melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Usai pembacaan dakwaan, Asep yang sedari awal diduga mengalami gangguan mental sempat kesulitan memahami surat dakwaan yang dibacakan jaksa. Bahkan, jaksa terpaksa membacakan dua kali surat dakwaan.

"Sudah dengar surat dakwaan? Jelas?," tanya hakim usai pembacaan ulang surat dakwaan oleh jaksa yang dijawab Asep dengan anggukan.

Wasdi kembali bertanya kepada Asep guna meyakinkan. "Tapi mengerti?," tanya Wasdi.

Jawaban Asep justru mengisyaratkan dia tidak mengerti surat dakwaan tersebut. Dia menggelengkan kepala kepada hakim. Sontak aksi menggelengkan kepala Asep membuat pengunjung sidang yang menyaksikan tersenyum-senyum.

Wasdi akhirnya kembali membacakan ulang pokok surat dakwaan kepada Asep.

"Jadi terdakwa melanggar pasal 340 melakukan pembunuhan dengan menggunakan sebatang besi ke kepala korban R Prawoto dengan hukuman sembilan tahun. Jelas ya. Soal benar atau tidaknya nanti," kata Wasdi.

Hakim juga memberikan bantuan hukum kepada Asep lantaran dia tidak mendapat pendampingan dari pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum).

"Saudara mengatakan tidak akan didampingi pengacara. Karena ancaman pidana yang sesuai dengan dakwaan di atas sembilan tahun. Maka majelis berkewajiban menunjuk penasihat hukum. Bersedia atau tidak kami akan menunjuk," kata Wasdi.

Perilaku Asep lagi-lagi membuat pengunjung sidang tersenyum. Sebab saat hakim meminta Asep untuk berdiskusi dengan pengacara yang ditunjuk, Asep justru duduk menjauh.

"Enggak bayar?" tanya Asep ke hakim dengan nada pelan.

"Saudara enggak usah bayar, biar nanti negara yang menanggung," jawab hakim.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com