Gagal Beraksi, Begal Tusuk Kepala Pemuda Bandung

Gagal Beraksi, Begal Tusuk Kepala Pemuda Bandung

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 17 Mei 2018 17:13 WIB
Tersangka penusukan seorang pemuda di Kabupaten Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Tersangka penusukan seorang pemuda di Kabupaten Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Kabupaten Bandung - Risman (20) nekat menusuk kepala Rio Hariadi (18) hingga tewas. Sang begal tersebut gagal beraksi sehingga bertindak keji kepada korban, warga Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengatakan kasus penganiaya yang berujung kematian ini terungkap setelah pihaknya mendapat laporan dari Rumah Sakit Daerah Al Ihsan, Selasa (15/5) malam. "Korban kondisinya luka di kepala bagian sebelah kiri atas," kata Indra saat melakukan gelar perkara di Mapolres Badung, Kamis (17/5/2018).

Polisi menyelidiki dan meminta keterangan empat orang saksi yang merupakan teman korban. Berbekal keterangan saksi ini polisi mengantongi ciri-ciri pelaku.

Indra menyebut anak buahnya langsung memburu pelaku. Singkat cerita, personel Satreskrim Polres Bandung menyergap Risman di kediaman saudaranya, Kecamatan Pacet, Kamis (17/5) dinihari, sekitar pukul 02.30 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, Indra berujar, pemicu penganiayaan tersebut bermula saat tersangka gagal beraksi memeras korban.

"Meminta uang di TKP di depan warnet di Jalan Simpang Baleedah, tapi tidak dikasih. Kemudian meminta handphone, juga tidak diberikan. Terus mencoba merampas tas milik korban, juga tidak diberikan," tutur Indra.

"Terjadi tarik menarik, tapi gagal, terjadilah penganiayaan. Korban ditikam di kepala bagian atas," ucapnya menambahkan.

Rio sempat dibawa ke rumah sakit, namun lukanya sangat parah. Keesokan harinya pemuda tersebut tutup usia.

Risman mengaku terpengaruh minuman keras lalu spontan meminta paksa barang berharga milik korban. "Baru sekarang (melakukan penusukan), lagi mabuk. Spontan minta uang ke korban, tapi tidak ngasih. Korban bilang bangsat, terus saya tusuk kepalanya," kata Risman.

Dia sengaja menyelipkan pisau dapur yang dibawa dari rumahnya untuk tujuan melindungi diri. Risman menyesali perbuatannya.

"Menyesal sekali harus puasa di penjara, tidak bisa puasa bersama keluarga," kata Risman singkat.
(bbn/bbn)