DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 19:07 WIB

Tradisi Tabuh Bedug Sambut Ramadan di Keraton Kasepuhan Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Tradisi Tabuh Bedug Sambut Ramadan di Keraton Kasepuhan Cirebon Tradisi Tabuh Bedug di Cirebon/Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Suara bedug seketika terdengar dari halaman kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon usai Salat Asar, Rabu (16/5/2018). Suara bedug itu rupayanya penanda untuk menyambut bulan ramadan.

Tradisi menabuh bedug sebagai tanda penyambut bulan ramadan itu bernama Dlugdag. Tradisi ini sudah ratusan tahun dilakukan oleh keluarga Keraton Kasepuhan Cirebon.

Sultan Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat menjadi orang pertama yang menabuh bedug. Ya, bedug tua yang bernama Samogiri, lokasinya berada di halaman Langgar Agung Keraton Kasepuhan. Setelah Arief menabuh bedig Samogiri, keluarga keraton lainnya secara bergiliran ikut menabuh bedug.


Tonton juga video tradisi tabuh bedug di Keraton Kasepuhan Cirebon berikut:



Iramanya berubah-ubah, dari irama yang lambat kemudian berubah cepat. Arief mengatakan Dlugdag merupakan tradisi yang sudah ada sekitar 500 tahun yang lalu.

"Bedug ini selain penanda waktu salat, sebagai penanda masuknya ramadan. Tradisi Dlugdag ini penanda kalau nanti malam kita melaksanakan Salat Tarawih," kata Arief usai menabuh bedug.

Arief mengatakan irama ketukan bedug dalam tradisi Dlugdag berbeda dengan ketukan bedug penanda salat. "Kalau Dlugdag ini dari lambat kemudian pelan-pelan berubah jadi cepat. Maknanya, segala sesuatunya yang ini kita lakukan itu harus perlahan-lahan, jangan terburu-buru," kata Arief.

Lebih lanjut, Arief mengatakan Bedug Samogiri sudah ada sejak zaman Sunan Gunung Jati dan terbuat dari kulit kerbau. Sedangkan, kata dia, kayu bedug itu berasal dari kayu jati.

"Sudah kita rehab beberapa kali. Bedug ini sudah ada sejak ratusan tahun. Dulu kan tidak ada jam dan lainnya, makanya menggunakan bedug," ucapnya.
Tradisi Tabuh Bedug Sambut Ramadan di Keraton Kasepuhan CirebonFoto: Sudirman Wamad

Sebelum menggelar tradisi Dlugdag, keluarga Keraton Kasepuhan Cirebon sempat menggelar doa bersama. Keraton Kasepuhan mendoakan nasib bangsa Indonesia kedepan usai dihantam teror bom secara beruntun di Jatim.

"Mudah-mudahan tragedi yang kemarin terjadi (bom bunuh diri) adalah kejadian yang terakhir kalinya. Dan, tidak ada teror selama bulan ramadan," ucap Arief.


(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed