DetikNews
Selasa 15 Mei 2018, 14:27 WIB

Pilgub Jabar 2018

Usung '2019 Ganti Presiden', Pengamat: Sudrajat-Syaikhu Blunder

Mukhlis Dinillah - detikNews
Usung 2019 Ganti Presiden, Pengamat: Sudrajat-Syaikhu Blunder Sudrajat-Syaikhu saat memamerkan kaus bertulis '2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden' saat acara debat Pilgub Jabar putaran kedua. (Foto: ist.)
FOKUS BERITA: Debat Cagub Jabar
Bandung - Pengamat politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi menilai aksi memamerkan kaus bertuliskan '2019 Ganti Presiden' tak semestinya diungkapkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) di panggung debat Cagub Jabar 2018. Berdasarkan segi komunikasi politik, Karim menjelaskan, tindakan pasangan Sudrajat-Syaikhu itu blunder.


Menurut dia, ucapan dan simbol berupa kaus '2019 Ganti Presiden' yang diusung Sudrajat-Syaikhu seharusnya untuk konsumsi internal simpatisan. "Pernyataan itu (ganti presiden) bisa disampaikan lewat internal saja. Bukan dalam forum terbuka yang tujuannya untuk meraih dukungan dari berbagai kalangan. Sisi komunikasi politik ini agak blunder," kata Karim saat dihubungi via telepon genggam, Selasa (15/5/2018).

Ia menuturkan karakter masyarakat Jabar saat ini belum tentu memilih calon di semua tingkatan Pilkada, Pileg hingga Pilpres dari partai yang sama. Sehingga, sambung dia, pesan yang disampaikan Sudrajat-Syaikhu tidak efektif.

[Gambas:Video 20detik]


Karim mencontohkan saat ini Gerindra dan PKS mengusung Sudrajat-Syaikhu di Pilgub Jabar 2018. Lalu kedua partai itu mengusung Prabowo di Pilpres 2019. Namun, dia melanjutkan, belum tentu masyarakat memilih Prabowo dan Sudrajat nantinya.

"Karena perilaku masyarakat kita, tidak menempatkan telur dalam satu keranjang. Mereka memilih presiden, DPR, gubernur, bupati, walikota tidak pernah mengambil calon dari partai yang sama. Meskipun memilih Prabowo adalah sikap politik Gerindra dan PKS, tapi yang memilih 'Asyik' belum tentu setuju dengan sikap politik partai," tuturnya.


Menurutnya paslon nomor tiga ini kurang memahami perilaku pemilih di Indonesia khususnya Jabar. Selain itu, sambung dia, keduanya kurang memperhitungkan dampak dari tindakan tersebut.

"(Tindakan) itu disengaja. Hanya dia lupa keputusan itu adalah internal. Kalkulasinya kurang matang," ujar Karim.
(bbn/bbn)
FOKUS BERITA: Debat Cagub Jabar
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed