Seniman Garut Aksi Teatrikal Doakan 5 Polisi Gugur

Hakim Ghani - detikNews
Jumat, 11 Mei 2018 16:36 WIB
Aksi teatrikal seniman Garut berkaitan lima polisi gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob. (Foto: Hakim Ghani/detikcom).
Garut - Lima anggota Polri tewas dalam insiden kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5) malam. Seniman Garut turut berduka dengan menggelar aksi teatrikal di jalanan.


Aksi teatrikal digelar di kawasan Simpang Lima, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018). Aksi itu digagas MH Gumilang, seorang seniman teater dari komunitas Saung Yafata.

"Utamanya ini sebagai ungkapan belasungkawa terhadap lima polisi yang gugur," kata Gumilang kepada wartawan di lokasi acara.

Lima orang seniman teater hadir dalam kegiatan ini. Selain membawa bunga sebagai ungkapan berduka cita dan persembahan bagi polisi yang gugur, mereka juga berdoa bersama. Beberapa polisi yang mengamankan aksi teatrikal itu turut memanjatkan doa.

Seniman Garut Aksi Teatrikal Doakan 5 Polisi GugurAksi teatrikal seniman Garut berkaitan lima polisi gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob. (Foto: Hakim Ghani/detikcom).
Dalam jalannya aksi teatrikal, adegan dua orang pemuda tengah tertidur diperagakan. Bukan tanpa alasan, Gumilang mengatakan adegan itu diperankan sebagai gambaran sebagian masyarakat yang masih skeptis terhadap polisi.

"Merepresentasikan kesadaran sebagian masyarakat yang saya rasa masih skeptis terhadap pekerjaan itu (polisi). Masih menganggap sebelah mata," katanya.

"Jadi seolah-olah masyarakat itu tertidur. Kan saya sebagai masyarakat merasa masih ada masyarakat lain yang mengira jadi polisi itu kerjaannya cuma nerima gaji. Padahal pekerjaan mereka memiliki resiko tinggi, bahkan sampai mengorbankan nyawanya demi keamanan," ujar Gumilang menambahkan.

Gumilang berharap agar masyarakat bisa lebih menghargai polisi. "Semoga teroris diberi kesadaran. Kita sama-sama berdoa juga semoga mereka (polisi yang gugur) diterima di sisi Allah," ucap Gumilang.

(bbn/bbn)