Sebelum Dihantam Cangkul, Ibu-Istri Sempat Disekap Dirman

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 09 Mei 2018 11:21 WIB
Pelaku pembunuhan digiring polisi/Foto: wisma putra
Kabupaten Bandung - Seorang warga Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung Dirman Jurianto (29) nekat membantai ibu kandung menggunakan cangkul dan sabit. Sebelum insiden berdarah itu terjadi, Dirman sempat menyekap ibu dan istrinya di dalam rumah.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengatakan, penyekapan itu berlangsung lama. "Hampir satu jam, korban menganiaya korban di dalam rumah," kata Indra saat melakukan gelar perkara di Halaman Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara Soreang, Rabu (9/5/2018).

Penyekapan itu diketahui oleh salah satu orang keluarganya, yang kemudian memberikan laporan kepada warga dan Polsek Pamengeuk.

"Pada awalnya ada satu orang keluarganya menyampaikan ke masyarakat dan ke Polsek bahwa ada penganiayaan terjadi di rumah tersebut," ungkapnya.

Mendapatkan laporan anggota Polsek Pamengpeuk bersama warga lainnya datang, untuk menyelamatkan korban.

"Terjadilah negosiasi antara petugas polsek, masyarakat juga ada. Negosiasi untuk tidak melakukan penganiayaan kepada ibunya maupun istrinya. Namun setelah proses negosiasi tidak berhasil, anggota polsek dan Reskrim Polres Bandung melumpuhkan tersangka menggunakan alat pemadam kebakaran," jelasnya.

Lebih lajut Indra menuturkan, saat proses negosiasi korban sudah luka dan bersimbah darah. Tersangka sedang membawa cangkul dan sabit di sekitar korban. Jika petugas mendekat, pelaku mengancam akan terus melakukan penganiayaan terhadap ibu dan istrinya.

"Ketika lengah, tersangka disemprot menggunakan alat pemadam kebakaran, kemudian tersangka langsung diringkus," tambahnya.

Atas perbuatannya Dirman diancam dengan kurungan selama 15 tahun karena telah melanggar Pasal 351 Ayat 2 dan 3 dan atau Pasal 44 ayat 4 UU 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga.

Saat disinggung apakah tersangka mengalami gangguan kejiwaan, Ibra berujar jika pihaknya masih dalam proses pemeriksaan.

"Kami lagi mendalami, nanti kami akan berkoordinasi dengan dokter kejiwaan bagaimana kondisi kejiwaan tersangka," pungkasnya. (avi/avi)