Angkot Soreang-Leuwipanjang Mogok, Penumpang Naik Mobil Truk

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 08 Mei 2018 12:31 WIB
Penumpang naik mobil bantuan/Foto: wisma putra
Kabupaten Bandung - Imbas dari demo angkutan umum (angkot) di Bandung, Jawa Barat. Angkot jurusanSoreang-Leuwipanjang mogok beroperasi. Ratusan penumpang naik mobil bantuan.
Pantauan detikcom, Selasa (8/5/2018), sejumlah warga yang biasa menggunakan sarana transportasi angkot, harus menaiki kendaraan bantuan dari Dishub, Satpol PP Kabupaten Bandung dan Polres Bandung.
Para warga dan anak sekolah menaiki bus yang disediakan oleh Dishub, selain itu ada juga yang menaiki mobil bak terbuka dan truk milik Satpol PP, ada juga yang menaiki mobil ranger dan truk Dalmas Polres Bandung. Satu persatu penumpang dinaikkan dan diantarkan ke tempat tujuan.
Mobil dan truk itu berjalan dari Soreang menuju Kopo atau perbatasan dengan Kota Bandung dan sebaliknya. Meski demikian, tidak terpantau penelantaran penumpang karena kendaraan bantuan cukup banyak.
Sejumlah polisi gabungan dari Polres Bandung dan Polsek di antaranya Polsek Soreang, Katapang dan Margahayu nampak berjaga-jaga di sejumlah titik di Jalan Raya Soreang-Kopo.
"Alhamdulillah dibantu mobil polisi. Untung saja ada bantuan kalau tidak saya bingung pulang naik apa, soalnya kalau naik ojek dari Kopo Sayati ke Soreang mahal," ujar salah satu warga Ina Indahsari (34).
Warga lainnya Fitri berujar, ia naik Truk Satpol PP dari Kopo dengan tujuan Katapang. Menurutnya ia terpaksa naik truk tersebut karena angkot Soreang-Leuwipanjang yang biasa ia Naoki mogok beroperasi.
"Saya naik dari Miko Mall, harus naik truk bantuan karena angkot nya sedang mogok. Saya merasa terganggu dengan adanya aksi mogok ini karena biasa menggunakan angkot dan tidak memiliki kendaraan pribadi," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Angkutan Umum Dishub Kabupaten Bandung Hilman Kadar mengatakan, jika dari pantauan nya angkot yang ikut melakukan demonstrasi ke Gedung Sate hanya trayek Soreang-Leuwipanjang.
"Kita lihat eksisting tadi pagi yang paling berimbas Jurusan Soreang-Leuwipanjang saat ini tidak beroperasi. Untuk Banjaran-Tegalega dari pantauan sejak pagi masih beroperasi dan kita pantau di lapangan trayek lokal seluruhnya tetap beroperasi. Begitupun Cileunyi-Cicaheum dari pantauan tetap beroperasi, kalaupun ada itu perwakilan," kata Hilman di Soreang.
Hilman menjelaskan, aksi demo ini berawal dari surat Aliansi Aspirasi Transportasi yang menyerukan untuk melakukan aksi demo, merespon dari terbitnya Permenhub 108 tentang angkutan tidak dalam trayek.
"Tuntutan nya untuk ditegakkan Permen tersebut, sesuai dengan regulasi yang ada karena menganggap bahwa saat ini angkutan yang berbasis daring belum melaksanakan sepenuhnya (aturan)," jelas Hilman.
Karena terjadi aksi mogok angkot jurusan Soreang-Leuwipanjang, pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP dan Polres Bandung untuk membantu para penumpang yang biasa menggunakan angkot.
"Kita sudah melakukan rapat koordinasi. Dari Dishub enam bus di antaranya dua DAMRI dan empat bus milik Pemkab Bandung. Ditambah kendaraan Satpol PP dan kendaraan dari pihak Kepolisian dan TNI," pungkasnya.


(avi/avi)