DetikNews
Rabu 02 Mei 2018, 15:19 WIB

Menristekdikti Dorong Kampus Terapkan Sistem Belajar Online

Mochamad Solehudin - detikNews
Menristekdikti Dorong Kampus Terapkan Sistem Belajar Online Menristekdikti Mohamad Nasir/Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan terus mendorong perguruan tinggi untuk menerapkan proses pembelajaran berbasis daring atau online. Dengan cara tersebut diharapkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi bisa meningkat.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan, saat ini APK perguruan tinggi di Indonesia baru mencapai 31,5 persen. Perlu sebuah inovasi agar APK perguruan tinggi Indonesia bisa meningkat. Salah satunya dengan mengembangkan proses pembelajaran berbasis online.

"Pengembangan teknologi di dunia, maka Indonesia harus melakukan perubahan mendasar (untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi)," kata Nasir, dalam konferensi pers, di Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (2/5/2018).

Pihaknya, lanjut dia, telah menyiapkan sebuah sistem untuk menunjang pembelajaran berbasis online di perguruan tinggi. Dua sistem yang telah disiapkannya pertama yakni Indonesia Reserch Education Network (IdREN) dan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA).

"Ini sistem jaringan yang dibuat di tempatkan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia," katanya.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada 80 perguruan tinggi negeri dan swasta yang telah memanfaatkan sistem jaringan ini. Dia berharap akan ada banyak lagi perguruan tinggi yang menggunakan sistem pembelajaran berbasis daring ini.

"Karena tujuannya adalah bagaimana sistem perkuliahan ke depan memanfaatkan sistem jaringan ini," ujarnya.

Melalui pembelajaran daring, pihaknya juga berharap mampu meningkatkan akses masyarakat dalam menempuh jenjang pendidikan tinggi berkualitas secara signifikan. Pasalnya, tambah dia, rasio pembelajaran tidak lagi berpatokan pada rasio dosen, namun lebih fleksibel bahkan bukan tidak mungkin satu profesor mengajar 1.000 mahasiswa.

"Jadi kami harapkan APK peningkatannya tidak setengah persen. Di tahun pertama bisa satu persen, tahun berikutnya karena sudah tersosialisasi dengan baik peningkatannya harus tinggi. Korea Selatan dengan sistem daring APK nya 92 persen. Kita juga pasti bisa makanya harus kita garap terus," ujarnya.

Tidak hanya itu, tambah dia, dengan pembelajaran sistem daring juga bisa menekan biaya kuliah sampai 50 persen. "Misalnya kalau sekarang biaya kuliah Rp5 juta maka dengan dari bisa Rp2,5 juta. Karena dengan kuliah seperti ini tidak membutuhkan tempat dan juga tidak perlu tatap muka," katanya.



(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed