Saat Polisi Kabupaten Bandung Suapi Buruh Tumpeng Sebelum Demo

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 01 Mei 2018 10:25 WIB
Polisi suapi buruh/Foto: wisma putra
Kabupaten Bandung - Ada cara unik yang dilakukan polisi, sebelum melepaskan ratusan massa buruh yang akan demo di Gedung Sate, Kota Bandung. Ratusan massa diajak untuk memotong tumpeng bersama. Bahkan polisi menyuapi buruh.

Pantauan detikcom, Selasa (1/5/2018) pemotongan tumpeng itu dilakukan di kawasan Perumahan Permata Hijau, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Selain melakukan potong tumpeng, belasan anggota Polres Bandung bagi-bagi bunga mawar ke buruh.
Saat Polisi Kabupaten Bandung Suapi Buruh Tumpeng Sebelum DemoFoto: wisma putra

Usai melakukan pemotongan tumpeng secara simbolis, ratusan massa aksi yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) berangkat menggunakan tiga unit truk, belasan mobil bak terbuka dan ratusan sepeda motor.

Pemberangkatan massa buruh mendapatkan pengawalan ketat dari polisi dan dipimpin langsung oleh Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan dan Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo.

"Semoga perayaan hari buruh sedunia berlangsung aman," kata Kapolres Bandung Indra Hermawan.

Indra mengungkapkan, untuk melakukan pengamanan May Day pihaknya siapkan 865 personil yang disebar di empat titik. "Kami lakukan pengamanan di empat titik. Setiap kawasan industri kami siapkan personel untuk mengantisipasi jangan sampai ada buruh yang melakukan sweeping," ungkapnya.
Saat Polisi Kabupaten Bandung Suapi Buruh Tumpeng Sebelum DemoFoto: wisma putra

Indra menambahkan, pengamanan May Day sudah dilakukan sejak, Senin (30/4) kemarin malam. Pasalnya selain yang melakukan aksi ke Gedung Sate ada juga massa yang berangkat ke Jakarta.

"Ada yang berangkat ke Jakarta dari malam sampai tadi pagi. Pagi ini juga ada yang akan melakukan aksi di Gedung Sate," tambahnya.

Ketua KASBI Bandung Raya, Slamet Priatno mengatakan ada 2000 masa aksi yang tergabung dalam KASBI Bandung Raya akan melakukan aksi di Gedung Sate, Kota Bandung.

"Sebelum ke Gedung Sate kami melakukan aksi dulu di Monumen Perjuangan. KASBI se-Bandung Raya ada 2.000 orang," kata Slamet.

Dalam aksinya kali ini, pihaknya menuntut pemerintah untuk menghapus sistem pekerja kontrak dan magang. "Kami ingin menghapus sistem outsourcing yang selama ini masih menyengsarakan para buruh. Kami menolak upah murah. Kami ingin upah laik nasional dan ketiga, kami tuntut perusahan yang memberlakukan pekerja magang. Kami berharap, pemerintah bisa mengabulkan tuntutan itu," pungkasnya. (avi/avi)