detikNews
Senin 30 April 2018, 07:37 WIB

Teka Teki Motif Geng Motor Serang Anak Ustaz di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Teka Teki Motif Geng Motor Serang Anak Ustaz di Sukabumi Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Sukabumi - Tubuh M Abijar (20) penuh luka bacokan. Menurut keterangan sejumlah saksi, anak ustaz tersebut diserang geng motor. Apa motif kasus penganiayaan ini?

Abijar tergeletak bersimbah darah di Gang Masjid, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (29/4) dini hari. Hingga Senin (30/4/2018) ini polisi masih menyelidiki perkara tersebut.

"Ada luka sabetan di kepala dan pundak. Pelakunya melarikan diri tidak lama setelah korban terjatuh," kata I Sugiana, ketua RW 06, beberapa waktu lalu.


Sejumlah warga memboyong korban ke RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi. "Kami menolong korban kemudian melapor ke polisi. Korban putra seorang ustaz, tinggal di Gang Djuaeni," ucap Sugiana.

Tidak jauh dari lokasi Abijar tergeletak, warga menemukan jaket XTC bernoda darah. Menurut warga, jaket itu diduga milik korban.

"Jaketnya ditemukan warga lima meter dari lokasi korban tergeletak. Banyak noda darah di jaket itu," kata warga lainnya, Ruhyana, di sekitar lokasi.

Polisi bergerak. Sejumlah saksi mata didengar keterangan. Masih di hari yang sama, puluhan remaja anggota geng motor diperiksa. Bukan hanya lelaki, perempuan juga diperiksa polisi secara terpisah.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi diduga pelakunya adalah kelompok bermotor, kita amankan satu persatu," kata Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota AKP Budi Nuryanto.


Budi menyebut peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, di Daerah Ciaul, Gang Masjid. Pelaku penganiayaan terhadap Abijar membawa kendaraan lebih dari dua motor.

Soal motif masih misteri. Namun rangkaian pemeriksaan beberapa saksi akan memudahkan polisi mengungkap kasus tersebut.

"Mereka anggota salah satu berandal motor di Kota Sukabumi, saat ini kita periksa lebih dari 20 orang. Kita periksa secara intensif, belum ada penetapan tersangka masih kita selidiki kalau sudah memenuhi dua alat bukti kita tetapkan tersangka," ujar Budi.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com