DetikNews
Rabu 25 April 2018, 20:08 WIB

Selamat Jalan Duma, TKI Asal Cirebon yang Meninggal Saat Berlayar

Sudirman Wamad - detikNews
Selamat Jalan Duma, TKI Asal Cirebon yang Meninggal Saat Berlayar Wartani, Ayah Duma/Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Tenda terpal plastik warna biru dipasang di depan kediaman keluarga Wartani (46), warga RW 08 Desa Kertasura, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Tenda terpal itu dipasang untuk acara doa bersama. Wartani dan istrinya, Saera (44) sedang dirundung duka yang mendalam. Anak pertamanya, Duma (29) yang bekerja sebagai TKI meninggal saat berlayar di laut. Tepatnya menuju benua Afrika.

Kabar duka itu diterima Wartani pada akhir Maret lalu dari pihak agensi. Wartani awalnya tak menyangka, anak pertamanya itu meninggal saat bekerja. Mata Wartani langsung berkaca-kaca.

Sesekali Wartani membuang muka sembari mengusap air matanya. Hari ini, jenazah Duma sedang dalam perjalanan menuju kediaman Wartani. "Ya empat orang perwakilan keluarga ke sana (Jakarta) menjemput jenazah. Sudah berangkat tadi sekitar jam 10.00 WIB," kata Wartani saat ditemui detikcom di kediamannya.

Selamat Jalan Duma, TKI Asal Cirebon yang Meninggal Saat BerlayarFoto: Sudirman Wamad

Warta langsung menarik nafas panjang. Ia mencoba tetap tenang. Namun kenangan bersama Duma selalu membayanginya. Lagi, mata Wartani berkaca-kaca. "Duma itu orang baik. Belum menikah, saya sempat bilang ke Duma bisa punya gandengan. Tapi kata Duma pengen mencari uang dulu buat bahagiakan orang tua," kata Wartani.

Wartani menceritakan Duma bekerja sebagai awak kapal di perusahaan pelayaran sejak Desember tahun lalu. Pihak keluarga pun belum pernah mendapat kabar dari Duma. Kabar duka tentang meninggal Duma menjadi kabar pertama tentang nasibnya.

"Ya kaget saja. Keluarga langsung ramai, pada nanya-nanya. Kan tidak bisa berkabar kalau sedang berlayar. Saya dapat kabar pas kapal sudah bersandari di Senegal," ucap Wartani disusul dengan tarikam nafasnya.

Menurut Wartani jenazah Duma sempat diautopsi di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Dakar, Senegal sebelum dipulangkan ke tanah air. Selama menunggu kepulangan jenazah anaknya itu, Wartan dan keluarganya menggelar doa bersama.

"Menunggu dari awal menerima kabar sampai sekarang itu kurang lebih 20 hari. Tiap malam kita yasinan, kita selalu doa bersama. Tahlilan nanti lalau jenazahnya sudah dimakamkan," katanya.

Wartani mengatakan Duma meninggal dunia saat bekerja. Wartani mengaku pihak agensi memberi kabar bahwa penyebab kematian Duma diakibatkan faktor kesehatan.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed