DetikNews
Selasa 24 April 2018, 17:14 WIB

Ini Penyebab Tumpukan Sampah di Pasar Baleendah Terus Berulang

Wisma Putra - detikNews
Ini Penyebab Tumpukan Sampah di Pasar Baleendah Terus Berulang Foto: Wisma Putra
Bandung - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung angkat bicara terkait tumpukan sampah yang kembali menggunung di Pasar Baleedah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan tumpukan sampah itu masih menjadi persoalan di Pasar Baleedah dan terus berulang.

"Ini masih terulang karena ada beberapa permasalahan teknis. Pertama TPS pasar masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk sama-sama membuang sampah di situ. Kedua, secara teknis Pasar Baleedah tidak memiliki petugas khusus yang mengelola sampah," katanya saat ditemui di Kantor DLH Kabupaten Bandung, Soreang, Selasa (24/4/2018).

Asep mengungkapkan saat ini hanya ada petugas yang membawa sampah dari kios pedagang ke TPS. Menurutnya, di sana sudah disiapkan kontainer, namun tidak ada petugas yang mengolah sampah dan memasukkan sampah dari TPS ke kontainer itu.

Selain itu, yang membuang sampah ke TPS Pasar Baleedah bukan hanya pedagang, melainkan masyarakat sekitar. Hal tersebut menjadi dilematis ketika masyakat ikut membuang sampah ke pasar Baleedah.



"Pertama, pengelola pasar kelihatan tidak memiliki sistem untuk menahan itu. Kedua, masyarakat melihat akhirnya itu bukan TPS pasar tapi TPS Umum. Satu sisi menjadi berat TPS pasar menjadi umum, sisi lain itu mengurangi reduksi sampah di TPA liar, jadi terkonsentrasi," ungkapnya.

Asep menuturkan, dalam perencanaan untuk kemampuan mengangkut sampah di pasar tersebut dapat diangkut sehari sekali dengan volume satu kontainer, tapi faktanya sehari sampah di pasar itu bisa dua sampai tiga kontainer. Pihaknya tidak dapat memprediksi tambahan sampah yang masuk dari luar.

"Ini menjadi persoalan, yang sehingga dari dulu traitment nya adalah ketika volumenya sudah over, armada rutin tidak bisa mengangkut, kami lakukan opsi besar dengan menggunakan alat berat, ini masih berulang seperti itu. Tapi, kita lihat, sebelumnya ada dua titik tumpukan sampah seperti itu, dengan di terminal, sekarang alhamdulillah," tuturnya.

Sementara itu, untuk menanggapi keluhan masyarakat terkait tidak adanya TPS di kampung dan di desa, Asep berujar, sebetulnya Kabupaten Bandung memiliki Perada no 21 tahun 2009 Jo Perda no 15 tahun 2012.

"Pemerintah desa wajib menyediakan TPS, 3R. Kalau lihat pasal 12 UU no 18 tahun 2008 itu setiap orang wajib mengurangi sampah rumah tangganya yang berwawasan lingkungan. Kita membantu untuk mengedukasi, sosialisasi penanganan sampah residu sampai membuang ke TP," jelasnya.

Asep menambahkan, tumpukan sampah itu akan diangkut, Jumat (27/4/2018) mendatang. "Rencana Hari Jumat kita akan gunakan alat berat. Karena memang sudah tidak dapat dilakukan secara manual, jadi akan kita clean up dulu dan akan perkuat lagi mekanisme pengelola pasar, ada petugas yang membantu memasukkan sampah ke kontainer. Sehingga kalau sampah sudah masuk ke kontainer, sehari bisa dua kali angkut," pungkasnya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed