DetikNews
Senin 23 April 2018, 13:28 WIB

Demi Ikut UNBK, MTs di Cirebon Ini Manfaatkan Penguat Sinyal

Sudirman Wamad - detikNews
Demi Ikut UNBK, MTs di Cirebon Ini Manfaatkan Penguat Sinyal suasana unbk di Cirebon/Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - MTsN 2 Kota Cirebon memilih memanfaatkan alat penguat sinyal yang dihubungkan ke tower milik provider swasta demi bisa mendapatkan jaringan internet yang bagus saat pelaksanaan UNBK.

"Iya memang di sini internetnya rendah. Ada beberapa opsi yang kita lakukan agar pelaksanaan UNBK ini bisa dilaksanakan, pertama dengan memanfaatkan jaringan internet dari tower milik provider swasta, kita tembakan (hubungkan) jaringan dari tower itu ke alat penguat sinyal di sekolah," kata Kepala MTsN 2 Kota Cirebon Jafar Musaddad saat ditemui ruangannya, Senin (23/4/2018).

Pihak sekolah telah meminta izin kepada pihak pengelola tower provider swasta itu agar bisa mendapatkan jaringan. Jarak tower milik provider swasta itu sekitar 4 kilometer dari sekolah, tepatnya berada di Jalan Pemuda Kota.

"Sinyal dari tower itu ditangkap melalu8 penguat sinyal yang ada di sekolah. Karena di sini belum ada kabel optik, jadi memanfaatkan sinyal dari tower tersebut," ucapnya.

Selain memanfaatkan tower provider milik swasta itu, Jafar juga mengatakan pihaknya menggunakan dua cara lainnya, yakni dengan memanfaatkan jaringan wifi dari ponsel dan menggunakan modem. "Kita siasati agar stabil jaringan internetnya, Wi-Fi hidup dan modem juga hidup. Ruang satu gunakan Wi-Fi melalui tethering dan ruangan kedua menggunakan modem. Alhamdulllah lancar," ucapnya.

Menurut Jafar penggunaan Wi-Fi dari jaringan ponsel dan modem yang disediakan sekolah itu tidak terlalu memakan kuota yang besar. Menurut Jafar, penggunaan internet dalam pengerjaan soal UNBK tidak lebih dari delapan gigabyte.

"Yang besar itu sinkronisasinya. Pengerjaannya sih sedikit. Sinkronisasi awal itu memang berat. Awalnya juga kita sempat ketar-ketir waktu sinkronisasi pada hari Sabtu kemarin," ungkap Jafar.

Jafar menceritakan pihaknya berani melakukan terobosan dengan memanfaatkan tower provider milik swasta dan penggunaan jaringan internet melalui wifi itu setelah diperbolehkan pihak Kemenag dan Disdik Kota Cirebon. Sebelumnya, pihak MTs N 2 Kota Cirebon melakukan simulasi terlebih dahulu.

"Kita dinyatakan memenuhi syarat. Itu hasil dari monitoring dinas terkait. Opsi yang kita gunakan ini memang sudah dikonsultasikan terlebih dahulu. Sempat punya pandangan kalau opsi ini gagal kita akan boyong servernya ke kantor Kemenag dan Disdik Kota Cirebon, karena di sana sudah menggunakan fiber optik," tutupnya.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed