DetikNews
Minggu 22 April 2018, 17:58 WIB

Cerita Mang Ecin dan Keluarga Terjebak Banjir di Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Cerita Mang Ecin dan Keluarga Terjebak Banjir di Bandung Nadiman (60) alias Mang Ecin menujukkan tembok rumahnya ambril. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Banjir menerjang kawasan Jalan Pagarsih, Kota Bandung, berimbas ke pemukiman warga. Bahkan satu tembok rumah warga milik Nadiman (60) roboh diterjang derasnya air. Bahkan dia dan keluarganya sempat terjebak banjir sehingga harus menaiki atap rumah.

Ditemui di rumahnya di Jalan Astanaanyar, Gang Tresna Asih No 240/90, RT 2 RW 7, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, pria yang akrab disapa Mang Ecin menceritakan awal kejadian tembok samping rumahnya jebol diterjang banjir.


Kejadian bermula saat hujan mengguyur wilayah Astanaanyar pada Sabtu 21 April malam kemarin. Air Sungai Citepus mulai meluap dan menggenangi pemukiman warga, sekitar pukul 19.00 WIB.

"Saya lagi di depan rumah tutup pintu biar air enggak masuk. Ibu posisi lagi di bawah tangga. Cucu dua-duanya ngungsi di atas," ujar Mang Ecin kepada detikcom, Minggu (22/4/2018).

Cerita Mang Ecin Ecin dan Keluarga Terjebak Banjir di BandungSUngai Citepus. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Tiba-tiba tembok rumah sebelah timur yang berbatasan dengan Sungai Citepus sepanjang 10 meter ambrol terbawa air deras. "Awalnya jebol bagian dapur, terus merembet ke ruang tamu," ucapnya.

Mang Ecin dan istrinya yang melihat hal itu hanya bisa pasrah. Sebab selain meruntuhkan tembok tersebut, air membawa hanyut sejumlah peralatan dan elektronik yang ada di dapur juga ruang tamu.

Bahkan kulkas yang menjadi andalan keluarga Mang Ecin untuk mengais rezeki turut hanyut. "Itu kulkas yang biasa buat jualan hanyut juga. Semua perabot buat gorengan juga. Jadi sekarang tidak bisa jualan," kata Ecin.

Cerita Mang Ecin Ecin dan Keluarga Terjebak Banjir di BandungNadiman (60) alias Mang Ecin. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom).
Ia tak mengira kejadian pada kemarin malam meruntuhkan tembok dengan tebal dua batu bata di rumahnya. Terlebih banjir semalam dianggapnya paling besar dan lama dari yang sebelumnya.

"Sebelum ada tol air memang banjir tapi enggak parah dan sebentar. Setelah ada tol air tiga kali banjir parah dan selalu lama. Kemarin saja hampir dua-tiga jam air menggenangnya," ujar Ecin.

Wakil LPM Kelurahan Cibadak Didin Rosidin menjelaskan ada tiga RW yang terdampak banjir pada malam kemarin, yakni RW 6, RW 7 dan RW 8.

"Kurang lebih ada 147 KK yang terdampak. Paling parah RW 7 ada 100 KK, RW 8 ada 44 KK dan RW 6 hanya 3 KK. Alhamdullilah kalau korban tidak ada, hanya kerugian materil saja," ujar Didin di tempat yang sama.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed