Pro Kontra Mesin Parkir Bandung di Mata Warga

Tri Ispranoto - detikNews
Kamis, 19 Apr 2018 17:11 WIB
Mesin Parkir Bandung/Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Keberadaan mesin parkir di Kota Bandung menjadi sorotan setelah Pjs Wali Kota Bandung Muhamad Solihin dan Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung Nenden Sukaesih mengkritisinya. Lalu apa kata warga?

Supriyadi (43) seorang warga Kopo, Kota Bandung memiliki pengalaman berbeda soal mesin parkir. Ia pernah merasakan kemudahan menggunakan mesin berwarna merah itu, dan juga sebaliknya.

"Pernah saya parkir di daerah Kosambi. Di sana tukang parkir langsung menghampiri saya dan membantu untuk melakukan transaksi. Tapi pernah juga di Cimanuk, ada mesin parkir tapi tetap saja bayar konvensional," ujarnya pada detikcom, Kamis (19/4/2018).



Ia merasa tidak keberatan jika pemerintah tetap menggunakan mesin parkir. Sebab hal itu bisa meminimalisir terjadinya pungli dan pembayaran parkir di luar ketentuan.

Meski begitu ia berharap pemerintah bisa melakukan evaluasi agar mesin parkir bisa berjalan optimal. "Saya tidak masalah ya, bagus sebetulnya. Hanya saja kelihatannya belum siap. Seharusnya ada percontohan dulu, jangan langsung semua titik," katanya.

Warga lainnya Yogi Irawan (32) mengaku lebih mudah menggunakan sistem bayar manual atau menggunakan sistem tiket dibanding mesin parkir. Menurutnya tidak semua orang bisa dan siap menggunakan mesin parkir.

"Kan kadang malas ya harus jalan dulu, pencet dulu ini itu. Belum lagi kalau hujan. Jadi lebih simpel manual atau seperti zaman dulu pakai tiket," kata warga Jatihandap itu.

Pantauan detikcom di sejumlah titik mesin parkir terlihat menganggur. Bahkan di Cicadas terdapat satu mesin parkir yang terlihat sangat tidak terawat dengan kondisi kusam dan miring nyaris rubuh.

Kebanyakan pengendara masih melakukan transaksi konvensional dengan membayar langsung ke juru parkir (Jukir), meski mesin parkir berjarak tidak jauh dari kendaraan mereka.

"Kadang-kadang ada aja yang pakai. Tapi kebanyakan mah langsung bayar. Ada yang bilang malas, ada yang bilang enggak punya kartunya," ujar salah seorang Jukir di Cicadas, Dasep (52).


(avi/avi)