DetikNews
Selasa 17 April 2018, 18:26 WIB

Eksekusi Mati Raden Galih, 6 Sekawan Dituntut Hukuman Berbeda

Syahdan Alamsyah - detikNews
Eksekusi Mati Raden Galih, 6 Sekawan Dituntut Hukuman Berbeda Para terdakwa kasus pembunuhan Raden Galih mengikuti persidangan di PN Kota Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Enam terdakwa kasus pembunuhan Raden Galih Nurhikmah mendapat tuntutan hukuman berbeda dari jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi. Keluarga korban kecewa dan menganggap tuntutan kepada para terdakwa terlalu ringan.

Terdakwa FH dituntut hukuman penjara selama 12 tahun, lalu terdakwa RM (27) dan R (28) mendapat tuntutan 7 tahun 6 bulan. Sedangkan tiga terdakwa lainnya yaitu FB (21), D (25) dan BM (32) dituntut 10 tahun bui.


JPU Kejari Kota Sukabumi Jaja Subagja menyebut seluruh terdakwa yang mengeksekusi mati korban tersebut tidak terbukti merencanakan pembunuhan.

"Terdakwa tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana, namun terbukti melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan kematian," kata Jaja saat membaca tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi, Selasa (17/5/2018).

Eksekusi Mati Raden Galih, 6 Sekawan Dituntut Hukuman Berbeda Para terdakwa kasus pembunuhan saat menuju masuk mobil tahanan. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Majelis hakim diketuai Benhard M.L Toruan dengan hakim anggota Junita Pancawati dan Susi Pangaribuan mempersilakan para terdakwa untuk mempersiapkan pembelaan yang dibacakan atau tertulis.

"Silahkan terdakwa untuk berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk membuat pembelaan secara tertulis maupun lisan pada agenda sidang berikutnya," kata Benhard.


Kepada detikcom, kakak almarhum Raden Galih, Raden Ahmad Nurzaman, menyebut tuntutan dari JPU terlalu ringan. Keluarga menyesalkan tidak masuknya pasal pembunuhan berencana yang menjerat para terdakwa.

"Ada pancingan, ada ancaman, ada senjata tajam yang sudah disiapkan sebelum kejadian yang menimpa adik saya itu. Tapi kenapa selama perjalanan sidang tiba-tiba materinya berubah, kami ingin keadilan ditegakkan," ujar Ahmad.

Selain itu, dia mempertanyakan tidak dihadirkannya barang bukti berupa senjata tajam yang dijadikan alat untuk membunuh adiknya. "Senjata-senjata ini kemana, sepanjang persidangan kami belum melihat. Jelas kami pertanyakan, karena keberadaan barang bukti bisa menyeret pelaku dengan pasal pembunuhan berencana," tutur Ahmad.

Dua pemuda ditemukan tergeletak tidak sadarkan diri di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Kamis 7 Okrober 2017, sekitar pukul 22.30 WIB. Salah satu korban adalah Raden Galih, warga Kampung Tipar, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Sukabumi, Jawa Barat.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed