DetikNews
Selasa 17 April 2018, 12:25 WIB

Polisi Tangkap Ibu di Garut yang Buang Jenazah Bayinya

Hakim Ghani - detikNews
Polisi Tangkap Ibu di Garut yang Buang Jenazah Bayinya Foto: Hakim Ghani
Garut - S (38), seorang ibu asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, diciduk polisi lantaran kelalaian yang ia perbuat menyebabkan bayi yang baru dilahirkannya meninggal.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menjelaskan S melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki di sebuah kamar mandi umum di kawasan Kampung Genteng, Desa Tanjungsari, Karangpawitan, Sabtu dini hari (31/03/2018).

"Saat itu, sekitar pukul 01.30 WIB, pelaku melahirkan sendiri tanpa bantuan orang lain atau ahli. Setelah sang bayi lahir, pelaku kemudian memandikan bayinya," kata Budi kepada wartawan di Mapolres Garut Selasa (17/04/18).

Budi menjelaskan saat hendak memandikan bayinya, S tiba-tiba pingsan akibat pendarahan yang dialaminya setelah melahirkan. "Bayi tersebut kemudian masuk ke dalam ember yang berisikan air, tenggelam," katanya.

Tak lama berselang, sambung Budi, S kembali sadarkan diri. Menurut pengakuan S kepada polisi, setelah mengetahui bayinya tenggelam dan meninggal, S kemudian membungkus bayinya menggunakan kantong plastik.

"Keesokan harinya, S kemudian membuang mayat anaknya ke saluran irigasi," ujar Budi.

Kasus tersebut terungkap setelah warga Kampung Genteng, Karangpawitan dihebohkan dengan penemuan jasad bayi pada Jumat (13/04/18). Polisi yang melakukan investigasi kemudian berhasil membongkar kasus tersebut dan mengamankan S sebagai tersangka di rumahnya. Bayi tersebut diakui S hasil hubungan gelap. S tidak mempunyai suami.

Di hadapan polisi, S telah mengakui perbuatannya. Kini S harus mendekam di Mapolres Garut untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut. S dijerat dengan Pasal 359 KUHP dan Pasal 181 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed