DetikNews
Jumat 13 April 2018, 22:34 WIB

Pemerasan Napi Modus Video Wanita Bugil, Kalapas Jelekong Dicopot

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Pemerasan Napi Modus Video Wanita Bugil, Kalapas Jelekong Dicopot Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Kasus pemerasan narapidana terhadap sejumlah wanita bermodus sebar video bugil berbuntut panjang. Plt Kalapas Jelekong Rosidin dicopot. Sejumlah pejabat lapas pun diganti.

Rosidin akan kembali ke jabatan lamanya sebagai Kepala Bidang Keamanan, Kesehatan dan Perawatan Narapidana dan Tahanan. Jabatan Kalapas Jelekong akan diganti Andi Mohammad Syarif dari Lapas Cirebon.

Pejabat lapas yang diganti adalah Kepala pengamanan lapas (KPLP) Beni M Syaifullah dan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (kamtib) Ade Supriyatna juga diganti.

Proses pelantikan tahap pertama dilakukan terhadap KPLP dan Kasi Kamtib malam ini, Jumat (13/4/2018), di Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Kota Bandung.

Sementara untuk Kalapas, akan dilantik besok oleh Kadivpas Kanwil Kemenkum HAM Jabar Alfi Zahrin Kiemas. "Sudah janji, kalau ada keterkaitan (diganti)," ujar Indro usai pelantikan.

Indro mengungkapkan sebenarnya belum diketahui secara pasti Kalapas, KPLP dan Kasi Kamtib terlibat dalam kasus pemerasan. Pasalnya setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim investigasi, tidak ada kecocokan antara keterangan napi dan petugas yang disebut-sebut terlibat.

"Susah memang menyamakan pengakuan warga binaan dengan petugasnya. Akan tetapi kemarin kita lakukan razia ditemukan ponsel di lapas. Nah kita enggak main-main soal ponsel ini, jadi kami ambil langkah mereka bertanggung jawab," ungkapnya.

Indro mengungkapkan pergantian ini juga sekaligus guna memudahkan tim investigasi melakukan penelusuran. Sehingga, tim mendapat kejelasan terkait kasus yang terjadi.

"Iya, biar lebih leluasa," katanya.

Indro memberi pesan khusus bagi para pejabat baru yang dilantik. Ia meminta agar para pejabat segera melakukan pemetaan terkait kasus pemerasan itu. "Mereka harus mulai memetakan warga binaan mana yang terlibat," katanya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed