DetikNews
Jumat 13 April 2018, 11:10 WIB

Misteri Big Boss Miras Oplosan Maut Pemilik Rumah Mewah

Wisma Putra - detikNews
Misteri Big Boss Miras Oplosan Maut Pemilik Rumah Mewah Penampakan rumah milik bos miras (Wisma Putra/detikcom)
FOKUS BERITA: Maut Miras Oplosan
Kabupaten Bandung - Pembuat minuman keras oplosan maut yang menewaskan 42 warga Kabupaten Bandung, Syamsudin Simbolon, melarikan diri. Hingga kini, keberadaannya belum diketahui. Ke manakah big boss miras oplosan itu kabur?

Jumat, 6 April 2018, puluhan warga Kecamatan Cicalengka dilarikan ke RSUD Cicalengka karena keracunan miras oplosan jenis ginseng. Hingga Minggu, 8 April 2018, korban terus berdatangan, dengan jumlah korban tewas pada saat itu mencapai 11 orang.

Minggu siang, sebuah kios miras oplosan yang ada di Jalan Raya Bypass Garut digeruduk warga. Usut punya usut, kios miras itu merupakan milik Julianto Silalahi, yang kini sudah ditetapkan tersangka oleh polisi. Selain Julianto, polisi menangkap Hamciak Manik, yang diketahui istri Syamsudin Simbolon (DPO).

Berdasarkan keterangan dari kedua tersangka, akhirnya polisi dapat mengungkapkan dalang dari insiden miras oplosan maut ini. Dalang dari kasus ini, tidak lain dan tidak bukan adalah Syamsudin Simbolon. Seperti apa sosoknya di mata warga?

"Pernah ketemu sama pemilik rumah, tapi tidak hafal namanya. Suka keluar rumah paling menyiram bunga. Nama panggilan nya 'Abang'," kata Panji (18), salah satu montir bengkel yang ada di sebelah rumah Syamsudin Simbolon, Rabu (11/4).

Warga lainnya, Suparan (52), membenarkan rumah itu merupakan milik pemilik kios miras yang beberapa hari lalu ditutup polisi. "Betul, pemilik toko miras yang sudah digerebek polisi. Sudah tiga hari rumahnya mati lampu. Walaupun dekat, namanya juga saya tidak tahu," ujar Suparan.

Baik Panji maupun Suparan, meski dekat, tidak mengetahui sosok Syamsudin Simbolon. Pasalnya, big boss miras oplosan ini dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga.

Bukan hanya oleh Panji dan Suparan. Hal tersebut diakui oleh warga lainnya, Ajat (41). Ia berujar, rumah tersebut milik penjual miras oplosan yang menewaskan puluhan warga Cicalengka. "Ini nih rumah milik big boss-nya. Dia jual miras bukan hanya di Bandung, tapi ke Tangerang, Sukabumi, Bogor, Tasikmalaya, Cianjur juga di sini. Rumahnya belum dua tahun. Tapi kalau usahanya hampir 10 tahun," kata Ajat.

Ajat menjelaskan rumah tersebut digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus digunakan juga sebagai penyimpanan miras. "Nama pemiliknya? Tahunya Abang Simbolon, tidak tahu aslinya. Umurnya sekitar 50 tahun, anak-anaknya juga disini, jarang merhatiin, anaknya yang besar ada, mungkin tinggalnya di Kota Bandung," tuturnya.

Syamsudin Simbolon tinggal di sebuah rumah mewah yang ada di Jalan Bypass Bandung-Garut dan beralamat di Kampung Bojongasih RT 03/08, Desa Cicalengka Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tidak banyak orang tahu rumah mewah ini dijadikan sebagai tempat produksi miras. Kasus ini berhasil diungkap setelah dua tersangka Julianto Silalahi dan Hamciak Manik memberikan informasi terkait asal-usul miras oplosan itu.

Rabu, 11 April 2018, tim gabungan Polres Bandung dan Direktorat Narkoba Polda Jabar menggeledah rumah mewah milik Syamsudin Simbolon. Penggeledahan berlangsung lama, hampir dua jam lamanya. Penggeledahan itu dipimpin langsung oleh Direktur Narkoba Polda Jabar Kombes Enggar Pareamon dan Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan. Setelah melakukan penggeledahan, keduanya tidak banyak memberikan keterangan. Polisi hanya menyita barang bukti yang dibungkus dalam satu kantong plastik bening.

Rumah mewah berlantai dua, bercat abu-krem dan berpagar besi warna putih ini memiliki dua kolam renang berukuran besar dan kecil. Ada juga sebuah buah bale bengong atau gazebo di sisi kanan rumah. Meski berada di pinggir jalan, rumah ini jauh dari permukiman warga karena bagian belakang rumah ini berbatasan dengan area persawahan. Rumah tersebut berimpitan dengan bengkel mobil dan bengkel tambal ban.

Kamis, 12 April 2018, Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto langsung melakukan gelar perkara. Kepada awak media, ia mengaku menemukan bunker di rumah itu. Bunker tersebut digunakan untuk memproduksi dan menyimpan miras oplosan siap edar.

"Ini rumah sekaligus digunakan tempat produksi miras oplosan," kata Agung.

Polisi telah mengantongi hasil uji laboratorium kandungan miras oplosan yang menewaskan 42 orang di Kabupaten Bandung. Miras oplosan maut itu mengandung metanol, alkohol yang biasa terkandung dalam spiritus. Namun polisi belum dapat memberikan keterangan terperinci. Pasalnya, Syamsudin Simbolon masih jadi buron.

"Pemilik rumah, yang ngoplos itu, sedang dikejar," ujarnya terpisah di Jalan Raya Limbangan, Balubur Limbangan.
(avi/avi)
FOKUS BERITA: Maut Miras Oplosan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed