DetikNews
Kamis 12 April 2018, 12:05 WIB

Warga Cicalengka Kumpulkan Tanda Tangan Tolak Miras dan Narkoba

Wisma Putra - detikNews
Warga Cicalengka Kumpulkan Tanda Tangan Tolak Miras dan Narkoba Tanda tangan warga menolak miras/Foto: wisma putra
FOKUS BERITA: Maut Miras Oplosan
Kabupaten Bandung - Ratusan warga Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung menggelar aksi 1.000 tandatangan 'Menolak Peredaran Miras dan Narkoba' di Kabupaten Bandung.

Pantauan detikcom, Kamis (12/4/2018), seratusan warga berkumpul di bawah jembatan Cikopo Cicalengka. Para warga itu membubuhkan tanda tangannya di sebuah kain berwarna putih yang dibentangkan sepanjang 20 meter dan memiliki lebar satu meter.

Kegiatan aksi 1.000 tandatangan ini diinisiasi oleh Forum RW Desa Babakan Peteuy, Kecamatan Cicalengka. "Nama gerakan, 1.000 tandatangan berantas miras dan narkoba di wilayah Desa Babakan Peteuy pada khususnya dan Kecamatan Cicalengka pada umumnya," kata Dwi Warso Ketua forum RW Desa Babakan Peutey di lokasi aksi.

Dwi mengungkapkan, dengan digelar nya aksi ini mengingatkan kepada warga Kecamatan Cicalengka untuk tidak mengonsumsi miras dan narkoba. Karena menurutnya, 41 warga Kabupaten Bandung tewas akibat menenggak miras.

"Tujuannya, kita akan selalu berkoordinasi untuk meningkatkan kewaspadaan dengan pemerintah lebih atas khususnya pihak keamanan dan pemerintah muspika di Cicalengka," ungkapnya.

Ia mengaku miris dengan insiden miras oplosan yang menewaskan puluhan warga itu. Ia berharap, semoga dengan adanya kejadian itu, dapat menjadi cerminan bagi warga Kabupaten Bandung dan menjadi peringatan bahwa miras, narkoba dan sejenisnya itu berbahaya.

Menurutnya, jika mengkonsumsi miras dan narkoba sama saja dengan mempertahankan nyawa. "Kami atas nama stakeholder Desa Babakan Peutey, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat merasa prihatin dengan kejadian ini. Karena ini sudah beberapa kali terulang, kami setuju mendeklarasikan, kita berantas miras, tangkap pengedar miras," jelasnya.

Dari 41 korban tewas akibat miras oplosan. 12 di antaranya merupakan warga Desa Babakan Peteuy, Empat orang tewas dan delapan orang harus di rawat secara intensif.

"Saat ini korban tewas ada empat orang dan yang dirawat delapan orang," ujarnya.

Tidak hanya warga Cicalengka, sejumlah peserta aksi pun memberhentikan satu per satu kendaraan sepeda motor yang melintas di jalan tersebut untuk sama-sama membubuhkan tanda tangannya sebagai wujud dan bentuk kepedulian menolak peredaran miras dan narkoba.

Dari mulai pelajar, pemuda, hingga orang dewasa ikut memberikan tanda tanganya. "Ini kepedulian kami. Kami sedih, saudara-saudara kami mati konyol akibat miras. Kami geram dengan keberadaan penjual miras yang ada di Cicalengka. Kami harap penegakan hukum bisa menghukum penjual miras seberat-beratnya," ujar salah satu peserta aksi, Undang (34).

Salah satu warga Kampung Babakan Peteuy Affandi (60), berujar tanda tangan ini untuk menolak semua macam-macam miras oplosan.

"Kita menolak sekali, supaya generasi muda tidak ikut menjadi korban. Aksi ini supaya anak-anak muda tahu bahaya miras oplosan. Harapannya dari kejadian ini, menjadi contoh untuk para generasi muda dan menjadi perhatian kita semua," pungkasnya.
(avi/avi)
FOKUS BERITA: Maut Miras Oplosan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed