DetikNews
Selasa 10 April 2018, 16:35 WIB

Miras Oplosan Makan Korban, Ini Kata Ridwan Kamil dan Anton Charliyan

Mukhlis Dinillah - detikNews
Miras Oplosan Makan Korban, Ini Kata Ridwan Kamil dan Anton Charliyan Korban miras oplosan di Cicalengka Kabupaten Bandung/Foto: Wisma Putra
FOKUS BERITA: Maut Miras Oplosan
Bandung - Cagub Jabar nomor urut satu Ridwan Kamil menyoroti kasus tewasnya puluhan orang akibat menenggak minuman keras oplosan di beberapa daerah di Jabar. Ia menilai perlu ada program yang membuat anak muda sibuk dengan berbagai kegiatan positif.

Ia mangaku bila terpilih akan fokus membenahi penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba dan peredaran miras oplosan. Sebab, sambung dia, langkah itu dapat meminimalisir gangguan keamanan dan kondusifitas di masyarakat.

"Saya kira seluruh masalah kehidupan menjadi tanggungjawab pemimpin. Jadi isu-isu yang berkembang terkait penyalahgunaan narkoba, miras jadi perhatian kita. Karena keamanan dan kondusivitas bisa terwujud kalau penyakit masyarakat hilang," kata Ridwan di salah satu kafe, Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung, Selasa (10/4/2018).

Pria yang akrab disapa Emil mengatakan sudah memetakan konsep pemberdayaan pemuda. Ia akan menyiapkan anggaran untuk kegiatan pemuda melalui karang taruna.

"Program karang taruna kuncinya diberikan anggaran supaya anak muda sibuk kagiatan postif agar tidak nganggu minum2an gak jelas karena kurang bimbingan dan kegiatan," tutur dia.

Menurutnya dalam peristiwa pesta miras oplosan di Cicalengka tersebut, bukan hanya penjual yang salah, melainkan minimnya kegiatan dari para pemuda. Sehingga muncul kegiatan negatif.

"Kalau pikiran sudah negatif apapun akan dicari bukan masalah distribuai tapi menyibukan anak muda dengan kegiatan positif," kata Emil.

Tidak hanya nomor urut satu, kasus miras oplosan ini disoroti Cawagub nomor urut dua Anton Charliyan. Ia menilai miras oplosan dijadikan pelajaran bagi masyarakat lain agar tidak melakukan hal serupa.

"Saya turut prihatin, dan mohon jadikan pembelajaran untuk semua pihak bahwa miras atau hal yang dilarang itu sumber malapetaka," ungkap dia.

Sebagai mantan Kapolda Jabar, Anton memandang ada dua permasalahan yang harus menjadi fokus pada kasus ini. Pertama, terkait peredaran yang tidak dapat terbendung karena berbagai modus, dan moral serta ahlak dari para pelaku yang kurang dibimbing.

"Mungkin adanya kesempatan karena waktu luang, makanya kita ciptakan lapangan pekerjaan agar tidak ada waktu untuk mabuk," kata Anton.
(ern/ern)
FOKUS BERITA: Maut Miras Oplosan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed