Ini Kios Penjual Miras Oplos Ginseng Pencabut 21 Nyawa

Wisma Putra - detikNews
Senin, 09 Apr 2018 13:53 WIB
Kios penjual miras oplos ginseng di Cicalengka ini ditutup dan disegel Satpol PP Kabupaten Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung - Tercatat hingga siang ini sebanyak 21 orang tewas usai pesta minuman keras (miras) oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sumber miras oplosan itu dari penjual bernama Simbolon di kawasan Bojongasih, RT 3 RW 8, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana menuturkan para korban membeli miras tersebut pada Kamis (5/4). Mereka membeli miras jenis ginseng berair kuning yang dikemas ke dalam botol plastik.

"Mereka membeli miras ginseng dari toko milik S yang berada di Kampung Bojong Asih, Cicalengka," tutur Umar via pesan singkat, Senin (9/4/2018).

Ini Kios Penjual Miras Oplos Ginseng Pencabut 21 NyawaSatpol PP Kabupaten Bandung menyegel kios penjual miras oplos ginseng di Cicalengka yang menewaskan puluhan orang. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kios miras oplos ginseng milik Simbolon berlokasi di Jalan Bypas Bandung-Garut. Kios bercat hijau tersebut sudah ditutup dan disegel Satpol PP Kabupaten Bandung.

Pantauan di lokasi, Senin siang, pintu kios tersebut ditutupi seng. Menurut warga, kios ini digunakan Simbolon untuk meracik miras oplosan jenis ginseng.

"Betul di sana buatnya (kios miras). Kalau lagi meracik baunya menyengat. Airnya berwarna kuning," kata Regi (19), warga setempat.

Ini Kios Penjual Miras Oplos Ginseng Pencabut 21 NyawaPetugas menyita barang bukti di kios miras tersebut, Minggu (8/4) kemarin. (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Regi mengungkapkan setiap harinya banyak orang yang membeli miras oplosan ke kios tersebut. "Inikan kiosnya ada di jalan besar dan jauh dari pemukiman. Banyak yang beli orang Cicalengka, orang luar juga ada," ujar Regi.


Menurut dia, miras oplos ginseng itu dikemas dalam botol plastik bekas minuman mineral. Per satu botol dijual seharga Rp 20-25 ribu.

Kehadiran kios miras milik Simbolon itu, sambung dia, telah meresahkan warga. "Mending ditutup (kios miras), membawa jelek nama kampung," ucap Regi.

[Gambas:Video 20detik]

(bbn/bbn)