DetikNews
Jumat 23 Maret 2018, 17:57 WIB

Cerita Lain Soal Shinta yang Aniaya Bayinya hingga Koma

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Cerita Lain Soal Shinta yang Aniaya Bayinya hingga Koma Foto: Luthfiiana Awaluddin
Karawang - Shinta (27) ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan anak kandungnya sendiri, Calista (15 bulan). Pada awalnya, ia mengaku sang pacar Dirja lah yang menganiaya anaknya. Ia mengaku sudah tinggal seatap dengan pacarnya itu. Bagaimana cerita sebenarnya?

Pengakuan Shinta mengenai pelaku yang menganiaya anaknya tidak sesuai dengan penyelidikan polisi. Penyidik memastikan Shinta lah yang melakukannya, berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Akhirnya Shinta mengakui perbuatannya.

Ditemui di kediamannya, Kampung Iplik, RT 02 RW12, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Jumat (23/3/2018), Dirja menceritakan perkenalannya dengan Shinta. Ia mengaku baru mengenalnya sebulan lalu.

"Saya melihat dia berdiri di dekat Terminal Tanjungpura sebulan lalu. Membawa bayi sambil menenteng kantung plastik," ungkap Dirja.
Dirja di rumahnyaDirja di rumahnya Foto: Luthfiiana Awaluddin


Dirja pun menghampiri Sinta. Ia mengaku sudah banyak luka di tubuh bayi Calista. "Saat itu mata Calista sudah merah-merah, di pahanya ada luka kehitaman. Saya merasa kasihan dan menawarkan bantuan. Dia lalu minta diantar ke rumah neneknya di Kepuh," tandasnya.

Setelah 2 hari di rumah neneknya, Sinta menghubungi Dirja untuk diantar pulang. "Kemudian dia menelepon saya. Minta diantar ke rumah orangtuanya," tuturnya.

Tapi di perjalanan, Shinta berubah pikiran. Dia tak mau menunjukkan alamat rumahnya. "Saya takut ke rumah soalnya Calista suka dimasukkin ke dalam tas dan dibekap oleh kakak saya," ucap Dirja, menirukan ucapan Sinta saat itu.

Mengaku tak punya rumah untuk pulang, akhhirnya shinta dibawa Dirja ke rumah orangtuanya di Kampung Iplik. "Setelah tiba di rumah, saya bawa Calista berobat ke puskesmas Jatitengah di Kelurahan Mekarjati," kata Dirja.

Selama tinggal di rumah Dirja, Calista terus diobati. Bayi itu mendapat perhatian dari Mpin (53) ayah Dirja dan Sarwi (48) ibu Dirja. "Ibu saya sampai jual cincin emas 3 gram. Ayah saya sampai jual kambing satu ekor untuk biaya pengobatan Calista," ungkap Dirja.

Karena itu, ia mengaku tidak terima tuduhan Shinta. "Saya berani sumpah pocong ! tuduhan dia tidak benar. Saksinya banyak," tandasnya.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed