DetikNews
Jumat 23 Maret 2018, 15:10 WIB

'Suara Panggilan' Menuntun Sang Kakek Temukan Jasad Rafi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Suara Panggilan Menuntun Sang Kakek Temukan Jasad Rafi keluarga gendong jasad rafi/Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Budi (40) masih tidak percaya harus menemukan Rafi (2,5) cucunya tewas dalam kondisi tidak wajar. Dia menemukan cucunya itu tergeletak dalam keadaan tertutup jaket sweater warna abu-abu milik ayahnya.

Budi adalah orang yang pertama kali menemukan jasad cucunya itu tergeletak di area perbukitan Gunung Sampai, Kampung Legok Arey, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sekitar pukul 05.30 WIB, Jumat (23/3/2018).

"Firasat saya kuat, dia itu cucu kesayangan saya. Pagi tadi saya mendengar suara cucu saya itu manggil-manggil. Abah Aden (sebutan kesayangan korban) lapar, abah aden haus hoyong (pengen) susu," kata Budi kepada detikcom di rumah duka.
Rudi, kakek RafiBudi, kakek Rafi Foto: Syahdan Alamsyah

Tempat tinggal Budi berada di pinggir Jalan Raya Jubleg, berbekal senter dia melakukan pencarian. Mulai dari perkebunan warga, hingga gorong-gorong di pinggir jalan.

"Pokoknya setiap sudut saya sinari, telinga saya terus mendengar cucu saya ini manggil-manggil. Saya seperti orang gila, ada tetangga yang nanya saya jawab Aden lapar pengen susu," lirih Budi.




Langkah Budi terhenti tepat di jalan sempit menuju puncak Gunung Sampai, mulut jalan itu berada dekat dengan jalan raya utama. Matanya terantuk pada sosok bayangan anak kecil yang melambaikan tangan.

"Saya enggak bohong, saya lihat sosok cucu saya melambaikan tangan minta saya mendekat. Setiap saya dekati bayangannya menjauh, sampai akhirnya sekitar 50 meter perjalanan saya menemukan cucu saya itu tergeletak, badannya tertutup jaket," lanjut Budi.

Budi saat itu tidak langsung mengangkat tubuh cucunya, dia menangis sambil berlari ke bawah menuruni jalan. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Saya sempat kaget, panik, syok lihat cucu saya tergeletak. Setelah di bawah saya naik lagi ke atas, lalu gendong tubuh cucu saya," nada suara Budi parau mengingat peristiwa itu.

Teriakan Budi didengar warga, mereka berdatangan dan melihat Budi menggendong tubuh kaku sang cucu.

"Sebelumnya pak Budi memang terlihat seperti mencari sesuatu, dia bawa senter sampai jongkok-jongkok di gorong-gorong. Ditanya warga jawabnya cucu saya kelaparan, sampai akhirnya dia naik ke atas bukit dan berteriak. Saat warga samperin dia sudah gendong cucunya," kata Dede Bemo (34) tetangga korban.



Budi terlihat paling histeris saat jasad cucunya yang sempat dibawa ke rumah sakit Sekarwangi dipulangkan ke rumah. Berkali-kali Budi berteriak dengan nada emosional.

"Kalau bapaknya mau mati-mati aja, enggak usah dia bawa-bawa pakai habisin nyawa cucu saya," teriaknya.

Selang satu jam kemudian jasad Agung Akbar (30) ayah korban ditemukan warga tergantung diatas pohon mahoni sangat dekat dengan penemuan jasad Rafi. Agung ditemukan setelah Obing (80) warga setempat mengeluh kehilangan tambang. Warga yang mendengar hal itu langsung sadar ada yang tidak beres dan kembali mencari ke tempat ditemukannya Rafi.

"Saya dan dua warga lainnya naik lagi ke atas setelah Pak Obing mengeluh kehilangan tambang, ketika naik lagi ke atas betul saja jasad ayah korban ditemukan tergantung setinggi 4 meter dari permukaan tanah tepat di atas tempat Rafi ditemukan," kata Dede.

Jasad Agung langsung dibawa ke RS Sekarwangu dan dipulangkan ke rumah duka di Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Sementara jasad Rafi saat ini telah dikebumikan keluarganya di pemakaman umum setempat.


(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed