DetikNews
Jumat 23 Maret 2018, 12:44 WIB

Gubernur Lantik Plt Bupati Subang Ganti Imas yang Ditahan KPK

Mukhlis Dinillah - detikNews
Gubernur Lantik Plt Bupati Subang Ganti Imas yang Ditahan KPK Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung -
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) melantik Ating Rusnatim sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Subang. Aher berpesan Ating untuk amanah dalam melaksanakan tugas.

Pelantikan Ating berlangsung di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (23/3/2018). Dalam pidato usai pelantikan, Aher memberikan sejumlah pesan kepada Plt Bupati Subang yang baru.

"Saya amanatkan jalankan tugas dengan baik penuh amanah, kejujuran, patuhi hukum berlaku, hukum keuangan, norma sosial dan agama, kalau dipatuhi, tidak tergoda, Insya Allah aman. Mudah-mudahan jadi penyejuk sisa jabatan hingga September ini," kata Aher usai pelantikan.

Menurutnya Ating akan merangkap tugas sebagai Wabup dan Bupati Subang hingga September tahun ini. Namun, sambung dia, sebagai Plt ada rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam menjalankan roda pemerintahan ini.

"Ada batasan mau menandatangani perda harus seizin kemendagri, mutasi atau rotasi juga," ungkap Aher.

Gubernur Lantik Plt Bupati Subang Ganti Imas yang Ditahan KPKFoto: Mukhlis Dinillah

Ditemui usai pelantikan, Ating yang sebelumnya merupakan Wakil Bupati Subang berjanji akan melaksanakan amanah ini dengan baik. Ia akan mengawal setiap pembangunan yang sudah direncanakan sebelumnya oleh Bupati Subang nonaktif Imas Aryumningsih.

"Saya meneruskan sisa masa jabatan. Tidak banyak yang bisa dilakukan, misalnya meneruskan pembangunan yang direncanakan. Saya tidak mengikuti semua saya tinggal melaksanakan. Kita kawal bareng-bareng," tutur dia.

Ia mengatakan tidak merasa terbebani dengan 'warisan' buruk pemimpin sebelumnya. Sebab, sambung dia, persoalan korupsi terjadi akibat ulah pribadi masing-masing.

"Kita ini kembali ke pribadi. Saya tidak merasa terbebani dengan itu," kata Ating.

Seperti diketahui, Bupati Subang Imas Aryumningsih kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Ia diduga menerima suap soal perizinan.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed