DetikNews
Jumat 23 Maret 2018, 08:26 WIB

Kisah TKW Cianjur yang Disiksa Majikan di Sudan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kisah TKW Cianjur yang Disiksa Majikan di Sudan Foto: Syahdan Alamsyah
Cianjur - Yati Binti Jajang Ohi warga Kampung Bengle RT 03/07 Desa Sukamulya, Sukaluyu, Cianjur, Jawa Barat memeluk erat putri bungsunya. Matanya menerawang mengingat cerita pelarian dari apartemen majikannya di Khartoum II, Sudan.

Di lantai 3 apartemen itu, Yanti mendapat perlakuan tidak manusiawi. Perempuan berusia 33 tahun itu kapok dan mengubur dalam-dalam mimpinya untuk kembali bekerja sebagai Tenaga Kerja Perempuan (TKW).

"Saya berangkat 16 Januari 2018, oleh sponsor bernama Haji Badar dan Mohammad Al Ibrahim. Untuk berangkat ke sana saya diberi uang Rp 3 Juta, itu uang fee jadi kita seolah sudah dibeli oleh majikan di Sudan," kata Yati, kepada detikcom.

Pengalaman kurang mengenakan dialami Yati sejak pertama menjejakkan kaki di apartemen majikannya, yang belakangan diketahui bernama Madam Yasmin. Selesai memperkenalkan diri Yati dimandikan oleh majikan dan seorang temannya.

"Bukan dimandikan biasa, seluruh badan saya diguyur pakai air. Rambut, tubuh terutama di bagian punggung di gosok pakai kain kasar yang biasa digunakan untuk mencuci piring sampai badan saya lecet-lecet," tuturnya.

Baca juga: Saya Diantar ke Negara yang Sedang Perang

Tubuh gemuk Yati beringsut membelakangi detikcom, spontan tangannya membuka kaos hitam yang ia kenakan. Guratan putih agak menonjol di kulit punggungnya terlihat memanjang, bekas luka pasca penyiksaan yang dilakukan majikannya.

"Ini mengeluarkan nanah, sama majikan cuma di kasih salep sama sekali tidak dibawa ke rumah sakit atau klinik pengobatan," lirihnya.

Selesai penyiksaan fisik, pekerjaan yang dianggap tidak manusiawi juga diperintahkan sang majikan. Setiap hati Yati membersihkan seluruh ruangan apartemen, bukan beres-beres biasa tapi membersihkan tiap sudut ruangan, dinding, atap, hingga Yati harus bergelantungan di balkon.

"Kalau ada kotor sedikit saya harus ngulang, tidak hanya di tempat yang kotor itu saja tapi semua sudut ruangan saya harus ngulang dari awal termasuk bergelantungan di balkon apartemen. Bayangkan, pijakan saja cuma pas buat telapak kaki," kata Yati dengan nada suara sedikit menahan amarah.

Dia menunjukan kedua telapak tangannya "Ini sampai 'dadas' tiap hari tiap saat mesti megang sabun dan gosok dinding tiap ruangan," imbuh Yati, nada suaranya bergetar.

Baca juga: Menguak Sindikat Perdagangan Orang Mister Mohammad

Yati adalah salah satu TKW yang beruntung, meski berangkat melalui jalur tak resmi dia akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya oleh pihak KBRI Khartoum, Sudan. Pelaku sendiri telah diamankan, Mohammad Al Ibrahim ditangkap Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (Satgas TPPO) Mabes Polri.

"Saya kapok buat bekerja jadi TKW ke luar negeri, sudah cukup di rumah menjaga empat anak dan ngurus suami. Biarpun hanya menjadi kuli bangunan, rezekinya sudah cukup untuk sekeluarga," tandasnya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed