DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 16:37 WIB

15 Tahun Jadi Marbut di Garut, Deden Terharu Dihadiahi Umrah

Hakim Ghani - detikNews
15 Tahun Jadi Marbut di Garut, Deden Terharu Dihadiahi Umrah Deden Sambas/Foto: Hakim Ghani
Garut - Deden Sambas (67) tak menyangka pengabdiannya selama 15 tahun menjadi marbut di Masjid Nurul Hidayah, Cikajang, Kabupaten Garut, akan berbuah penghargaan dan hadiah umrah.

Bapak empat anak yang memiliki dua cucu itu mendapat tiket umrah secara cuma-cuma dari Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto. Deden diberitahu hal tersebut saat acara silaturahmi pimpinan Polda Jabar dengan ulama dan tokoh agama di lapangan Alun-alun Limbangan, Balubur Limbangan, Kamis (22/03/2018) siang.

"Alhamdulillah, enggak nyangka bisa umrah, terimakasih," kata Deden saat dihubungi detikcom selepas acara berlangsung.

Awalnya tidak ada yang tahu jika Agung akan memberikan hadiah umrah untuk marbut. Dalam agenda acara tersebut, Kapolda dan petinggi TNI-Polri yang hadir lainnya hanya akan memberikan penghargaan berupa sertifikat dan bingkisan kepada marbut, pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) serta sistem keamanan lingkungan (Siskamling) teladan di wilayah Garut.

Namun saat tiga orang peserta dari masing-masing kategori naik ke atas panggung, moderator acara mengumumkan jika Agung akan memberikan hadiah kepada marbut yang paling teladan.

Saat itu, kemudian dua orang polisi membawa sebuah styrofoam yang dibalut kertas cokelat. Setelah membuka kertas cokelat itu Agung kemudian langsung memberikannya kepada Deden yang saat itu berstatus marbut terteladan itu. Setelah diperlihatkan, ternyata styrofoam tersebut bertulis hadiah umrah gratis.

Wajah sumringah diperlihatkan Deden. Ucapan syukur tak henti diucapnya. Sembari berkaca-kaca Deden terus berterima kasih kepada Agung.Deden mengaku tak pernah menyangka akan mendapat hadiah tersebut. Pergi ke tanah suci adalah cita-citanya sedari dulu.

"Belum pernah umrah, sekarang insya Allah pertama kali. Saya sangat terharu. Pokoknya saya sangat berterima kasih," katanya.

Deden mengaku telah mengabdi selama 15 tahun di Masjid Nurul Hidayah yang terletak di kampung halamannya, Kampung Pasar Tengah, Desa Padasuka, Cikajang.

"Tugas saya bersih-bersih, menyiapkan buat pengajian, azan dan yang lainnya," ujar Deden.

Deden mengaku ikhlas menjalani profesinya sebagai marbut meskipun ia hanya memperoleh bayaran sebesar 300 ribu rupiah per bulan. Namun, dari penghasilan itu, ia mampu menyekolahkan anak-anaknya. Saat ini bahkan anaknya masih berstatus mahasiswa.

"Anak saya yang satu masih kuliah di Uniga (Universitas Garut) jurusan pertanian," ucap Deden.

"Intinya harus ikhlas. Bagaimanapun rezeki sudah tuhan yang atur. Jadi berharap pada tuhan bukan ke manusia," pungkas Deden.



(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed