Aparat Tertibkan Alat Peraga Kampanye di Bandung

Mukhlis Dinillah - detikNews
Kamis, 22 Mar 2018 13:45 WIB
Penertiban alat peraga kampanye di Bandung. (Foto: Muklis Dinillah/detikcom)
Bandung - Panwaslu bersama Satpol PP menertibkan alat peraga kampanye (APK) di sejumlah titik di Kota Bandung. APK tersebut diturunkan lantaran tidak sesuai aturan dan tak berizin.

Berdasarkan pantauan, Kamis (22/3/2018), aparat Satpol PP Kota Bandung mulai melakukan penertiban di Jalan Pelajar Pejuang. Sebuah papan reklame berukuran besar diturunkan karena tidak berizin.

Masih di lokasi yang sama, reklame parpol berukuran besar juga diturunkan karena tidak mengantongi izin. Puluhan petugas dikerahkan untuk penertiban APK kali ini.

Berlanjut di Jalan Malabar, baliho paslon cawalkot juga ditertibkan. APK tersebut berada di persimpangan jalan. Penertiban ini sempat membuat lalu lintas tersendat.

"Penertiban kali ini memang berdasarkan rekomendasi dari panwas tingkat kecamatan. Ada sekitar 30 titik APK yang kami tertibkan," kata Staf Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kota Bandung Farsan Al Aiman di lokasi penertiban.

Ia menuturkan penertiban APK ini sesuai dengan amanat peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 yang diatur dalam Pasal 30. Dalam PKPU tersebut diatur terkait mekanisme pemasangan APK saat tahapan kampanye.

Lebih lanjut dia menjelaskan lokasi pemasangan APK harus sesuai dengan rekomendasi KPU. Tidak boleh ada APK yang terpasang di dekat tempat ibadah, pendidikan, layanan umum hingga instansi pemerintahan.

"30 titik rekomendasi (penertiban) ini karena APK tersebut melanggar. Tidak hanya lokasinya yang tidak sesuai, tetapi ukuran hingga desain APK juga melanggar," kata Farsan.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan dinas perizinan terkait di Pemkot Bandung, kata dia, ada sejumlah reklame yang tidak berizin.

"Kami koordinasi dengan DPMPTS Kota Bandung, ternyata tidak ada pengajuan izin sejumlah billboard dan reklame. Jadi kami tertibkan juga hari ini," ucap Farsan.

Dia mengaku penertiban APK ini akan rutin dilakukan sepekan sekali. Sejauh ini sudah pihaknya bersama Satpol PP Kota Bandung sudah menertibkan 50-an APK melanggar.

"Rata-rata APK paslon Pilwalkot, Pilgub Jabar, calon anggota dewan dan capres," ujar Farsan. (bbn/bbn)