detikNews
Senin 19 Maret 2018, 14:33 WIB

Kejiwaan Normal, Pelaku Rekonstruksi Pembunuhan Ustaz Prawoto

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kejiwaan Normal, Pelaku Rekonstruksi Pembunuhan Ustaz Prawoto Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Polisi menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan Ustaz Prawoto, Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis). Tersangka Asep Maftuh (35) hadir memerankan dirinya sendiri.

Dalam rekonstruksi yang digelar di halaman Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jabar, Senin (19/3/2018), Asep yang menggunakan baju tahanan berwarna oranye itu tampak serius saat rekonstruksi. Ia terus menggenggam besi yang merupakan 'senjata' untuk menganiaya Prawoto hingga tewas.

Asep yang dalam kasus ini diduga mengalami gangguan mental, tampak seperti orang normal. Namun memang saat memberikan keterangan, nada suara Asep terkadang tinggi terkadang rendah.

Rekonstruksi digelar mulai dari adegan Asep memukul Prawoto di depan rumahnya hingga aksi kejar-kejaran. Setelah aksi kejar-kejaran, Prawoto yang terjatuh dipukul menggunakan pipa besi.
Kejiwaan Normal, Pelaku Rekonstruksi Pembunuhan Ustaz PrawotoFoto: Dony Indra Ramadhan


Asep banyak tak ingat terkait kejadian itu. Termasuk berapa kali ia memukul Prawoto.

"Teu inget, da cape lulumpatan (enggak ingat, karena lelah lari-lari)," kata Asep.

Ada delapan adegan dalam rekonstruksi tersebut. Korban menggunakan peran pengganti. Sementara empat orang saksi, diperankan oleh orang yang sama. Dalam rekonstruksi, tampak hadir tiga orang jaksa.

Usai rekonstruksi berlangsung, Asep yang kedua lengannya diborgol langsung dibawa kembali ke ruang tahanan Mapolrestabes Bandung.

"Semoga dengan rekonstruksi ini dapat membuat terang tindak pidana yang dilakukan," ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana.

Yoris mengatakan Asep memang mengalami gangguan mental berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter kejiwaan. Namun saat rekonstruksi, kondisi Asep sedang normal.

"Tadi kondisinya memang bagus, tidak dalam keadaan tertekan. Karena berdasarkan keterangan dokter, ketika dia tidak tertekan, kondisinya baik," ungkapnya.

Yoris menambahkan rekonstruksi juga dilakukan untuk melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

"Pelimpahan kita masih menunggu jaksa. Kita sudah kirimkan berkas awal, sedang diteliti. Ketika nantinya sudah lengkap, kita kirimkan tersangka dan barang bukti," kata dia.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com