Polisi-TNI dan Pemkot Cirebon Deklarasi Lawan Hoax

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 16 Mar 2018 15:30 WIB
suasana deklarasi/Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Deklarasi perang melawan hoax terus digaungkan. Di Kota Cirebon, Pemkot Cirebon bersama polisi dan TNI juga ikut mendeklarasikan antihoax.

Kendati di Kota Cirebon belum ditemukannya akun-akun media sosial (medsos) dan situs pengelola hoax, polisi, TNI, dan Pemkot Cirebon mengantisipasi menyebarnya hoax di Kota Cirebon.

Kapolresta Cirebon AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengatakan hoax sangat berbahaya dan menganggu ketentraman serta keamanan negara atau daerah. Bahkan, menurutnya, hoax menjadi biang kerok yang memecah belah masyarakat.

"Hoax sangat menganggu. Bisa memecah belah bangsa oleh karena itu Pemkot Cirebon, Polisi, dan TNI sepakat untuk menentang hoax. Kita kampanyekan ke masyarakat tentang bahaya hoax," kata Adi usai deklarasi melawan hoax di Markas Brimob Detasemen C Polda Jawa Barat, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (16/3/2018).
Polisi-TNI dan Pemkot Cirebon Deklarasi Lawan HoaxFoto: Sudirman Wamad

Labih lanjut, Adi mengatakan sejak munculnya berita yang tentang penangkapan aktor-aktor penyebar hoax, seperti Muslim Cyber Army (MCA) dan Saracen, kesadaran masyarakat mulai tumbuh untuk memilah berita.

"Masyarakat sekarang mulai sadar jika hoax itu memecah belah bangsa. Untuk itu, kita harus terus mengkampanyekan ini," katanya.

Saat ditanya mengenai kasus penyebaran hoax di Kota Cirebon, dikatakan Adi, pihaknya belum menemukan adanya akun atau situs media sosial yang menyebarkan hoax di Kota Cirebon. Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan patroli cyber untuk memantau sejumlah akun atau situs.

"Kalau dalam patroli cyber itu kita temukan, kita akan langsung telusur siap pembuatnya. Kita akan proses sesuai dengan hukum. Kita juga mengimbau kepada masyarakat agar cerdas dalam menggunakan media sosial dan jangan ikut menyebarkan hoax," tutup Adi.

Selain kegiatan deklarasi anti hoax, Pemkot Cirebon bersama polisi dan TNI melakukan sejumlah kegiatan, seperti lomba dan joget bareng. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat sinergi antar lembaga tersebut.

(avi/avi)