DetikNews
Jumat 16 Maret 2018, 10:21 WIB

Industri Senapan Cipacing Terusik Ulah Perakit 'Pena Ajaib'

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Industri Senapan Cipacing Terusik Ulah Perakit Pena Ajaib Aktivitas perajin senapan angin di sentra Cipacing. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Di tengah berkembangnya sentra industri senapan angin Cipacing, tak jarang muncul orang-orang tak bertanggung jawab memanfaatkan keahliannya untuk kepentingan yang melanggar aturan. Salah satunya membuat senjata api (senpi) rakitan.

Polisi beberapa kali mengungkap kasus kepemilikan senpi ilegal rakitan segelintir orang Cipacing. Terakhir beberapa waktu lalu, Polda Jabar menangkap empat orang komplotan perakit senpi ilegal asal Cipacing. Sebanyak 14 pucuk senpi termasuk senjata pena atau pen gun alias 'pena ajaib' dan 350 amunisi berbagai kaliber diamankan.


Adanya segelintir orang yang memanfaatkan keahliannya untuk merakit senpi telah diketahui oleh perajin senapan angin lainnya. Salah satunya, Idih Sunaedi (76), tokoh perajin senapan angin Jatinangor sekaligus Kepala Koperasi Bina Karya yang menaungi para perajin senapan angin Cipacing dan sekitarnya.

"Itu oknum," kata Idih kepada detikcom saat ditanya soal adanya perakitan senpi ilegal, Kamis (15/3) kemarin.

Cipacing terkenal dengan sentra penjual senapan angin. Kehadiran toko senapan angin terganggu dengan oknum perajin yang melakukan bisnis senjata api ilegal. Cipacing terkenal dengan sentra penjual senapan angin. Kehadiran toko senapan angin terganggu dengan oknum perajin yang melakukan bisnis senjata api ilegal. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Idih mengungkapkan munculnya oknum yang sengaja membuat senpi rakitan mulai terjadi pada medio tahun 2000-an. Para pembuat, ia melanjutkan, didominasi golongan pemuda.

"Anak muda yang tergiur uang. Padahal di sini itu murni hanya membuat dan menjual senapan angin," ujarnya.


Harga senpi rakitan yang ditawarkan memang cenderung lebih tinggi ketimbang senapan angin. Dengan modal sama seperti modal membuat senapan angin yaitu Rp 950 ribu atau mungkin di bawahnya, para oknum itu mampu menjual jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Menurut Idih, mereka membuat sesuai pesanan.

"Kalau senjata api rakitan, biaya bikinnya murah biaya jualnya mahal. Sedangkan senapan angin sebaliknya. Kadang segimana pemesan saja," tutur Idih.

Senpi rakitan buatan Cipacing terkadang digunakan juga untuk aksi kejahatan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana bahkan menyebut berdasarkan data, ada dua kasus perampokan di Lampung dan di Indramayu, pelaku menggunakan senpi rakitan dari Cipacing.

Industri Senapan Cipacing Terusik Ulah Perakit 'Pena Ajaib'Cipacing terkenal dengan sentra penjual senapan angin. Kehadiran toko senapan angin terganggu dengan oknum perajin yang melakukan bisnis senjata api ilegal. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Menanggapi hal ini, Idih tak tahu menahu senpi rakitan itu digunakan untuk kepentingan kejahatan.

"Pembelinya ya umum saja, tapi kenyataannya memang ada yang digunakan untuk kejahatan," kata Idih.

Dia menjelaskan adanya operasi penangkapan terhadap oknum perakit senjata ilegal berdampak terhadap perajin Cipacing lainnya. Menurut Idih, kerap terjadi penurunan apabila ada warga Cipacing yang tertangkap polisi merakit senjata ilegal.

"Pendapatan suka menurun, yang beli berkurang. Tapi tidak terlalu signifikan, penurunannya lima belas sampai dua puluh persen," ucap Idih menegaskan.

[Gambas:Video 20detik]


(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed