DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 16:31 WIB

Mengintip Persiapan Perayaan Nyepi di Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Mengintip Persiapan Perayaan Nyepi di Cirebon Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Umat Hindu di Wilayah III Cirebon mulai mempersiapkan diri merayakan hari Nyepi tahun 1940 saka, yang jatuh pada Sabtu (17/3/2018) nanti.

Sehari sebelum perayaan Nyepi, umat Hindu di Wilayah III Cirebon akan melaksanakan sembahyang terlebih dahulu di Pura Agung Jati Permana, yang berada di Jalan Bali Kota Cirebon. Pura Agung Jati Permana merupakan satu-satunya pura yang ada di wilayah Cirebon.

Saat ini para wanita dari umat Hindu tengah sibuk membuat berbagai aneka anyaman dari janur kuning, untuk digunakan pada saat ibadah nanti. Sebagai minoritas, umat Hindu di Cirebon akan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Wilayah III Cirebon Nengah Wiguna mengatakan perayaan nyepi dan ibadah sembahyang nanti suasananya berbeda dengan di Bali.

"Sejumlah rangkaian kita sudah lakukan, salah satunya ritual melasti. Kita ke pantai dan berdoa. Tinggal persiapan di pura saja untuk sembahyang. Kita juga akan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di sini," ucap Wiguna saat ditemui detikcom di Pura Agung Jati Permana, Rabu (14/3/2018).
Mengintip Persiapan Perayaan Nyepi di CirebonFoto: Sudirman Wamad


Lagi, Wiguna mengatakan sebelum melaksanakan sembahyang pada Jumat (17/3/2018), pada hari Kamis (16/3/2018) umat Hindu akan melaksanakan ritual tawur agung kesanga.

"Ritual ini untuk menetralisir roh-roh negatif. Harapannya agar berubah menjadi hal-hal yang positif. Kita juga tak membuat ogoh-ogoh, karena menyesuaikan dengan lingkungan tadi," jelas Wiguna.

Lebih lanjut, Wiguna mengatakan jumlah umat Hindu yang ada di Wilayah III Cirebon sekitar 200 orang. Pura Agung Jati Permana, lanjutnya, dibangun sekitar tahun 1994. "Pas Nyepi nanti masing-masing umat Hindu berdiam diri di rumahnya. Kita intropeksi diri, kita evaluasi agar terus menjadi baik," ujarnya.

Pada perayaan Nyepi tahun ini, Wiguna mengatakan saling menghargai dan menghormati sesama umat beragama menjadi tema utama. Keberagaman yang ada di Indonesia, khususnya Cirebon, lanjut dia, harus tetap terawat.

"Tema kita tahun ini peningkatan solidaritas sebagai perekat keberagaman dama menjaga keutuhan NKRI," tutupnya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed