DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 11:08 WIB

Seputar Fakta Kematian Mahasiswa Telkom University

Wisma Putra - detikNews
Seputar Fakta Kematian Mahasiswa Telkom University Alexander Sihombing (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung - Kematian Mahasiswa Telkom University (Tel-U) Alexander Sihombing menyisakan tanda tanya. Ale, sapaan korban, ditusuk orang misterius. Polisi terus berupaya menangkap pelaku dan mengungkap motifnya.

Hingga kini, Rabu (14/3/2018), pelaku masih berkeliaran bebas. Mahasiswa Fakultas Tehknik Elektro angkatan tahun 2014 itu ditemukan tersungkur bersimbah darah oleh warga di Jalan Radio, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten, Jawa Barat, Minggu (11/3), sekitar pukul 00.40 WIB. Lokasi penemuan korban tidak jauh dari gerbang belakang Tel-U.


Pemuda kelahiran Medan itu tewas setelah mengalami luka tusuk di dada sebelah kiri. Tidak ada saksi dalam kejadian ini. Selain itu di lokasi penemuan jasad korban kamera pengintai CCTV mati dan hal tersebut menyulitkan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik mengatakan hasil autopsi korban mengalami satu luka tusuk di bagian dada. Ia menduga luka tersebut akibat tikaman senjata tajam.

"Ada satu luka tusuk di dada atas sebelah kiri. Korban diduga meninggal kehabisan darah karena lukanya mengenai bagian paru-paru," kata Firman.

Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sepeda motor dan dompet milik korban. Belakangan, ponsel milik korban ternyata raib.

Sebelum ajal menjemput, Ale sempat berpesan kepada pemilik warung dekan indekosnya untuk tidak mengunci pintu gerbang. Ale indekos di Kampung Citereup 01/13, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot.

"Jam sepuluh malam pesan makan, bilang jangan gembok dulu saya mau keluar," kata Uki Basuki (43), pemilik warung makan, menirukan ucapan Alexander di sekitaran indekos korban.

"Perginya sepertinya sesudah makan. Cuman tujuannya enggak tahu mau ke mana pokoknya pas saya tutup warung jam 11, dia belum pergi," kata Uki menambahan.


Info beredar, Alexander diduga menjadi korban kejahatan saat transaksi penjualan ponsel dengan metode cash on delivery (COD) atau bertemu langsung dengan pembeli. Sebab Alexander sempat mengumumkan menjual ponsel di Facebook akun pribadinya.

"Itu masih banyak informasi yang masuk ke kita, namun tetap masih kita dalami motifnya apa yang sebenarnya terjadi," kata KBO Reskrim Polres Bandung Iptu Pitran R di Mapolres Bandung.

Fakta ponsel hilang terungkap saat polisi mendatangi indekos milik Ale. Di kamarnya, polisi tidak menemukan telepon genggam korban. Polisi hanya menemukan barang bukti satu laptop milik Alexander.

Seputar Fakta Kematian Mahasiswa Telkom UniversityKarangan bunga dukacita untuk Alexander Sihombing. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Polisi terus menggali informasi dari sejumlah saksi yang sudah diperiksa, untuk melacak pembunuh Ale. "Kita sedang konsen memperdalam dari teman-temannya yang terakhir bertemu sama korban," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana di Mapolda Jabar.

Tak hanya itu, polisi turut memeriksa nomor ponsel korban yang hilang beserta ponselnya.

Ale dimakamkan di TPU Mangunjaya, Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/3). Proses pemakaman disaksikan keluarga dan teman-temannya. Selain itu, jajaran staf Fakultas Elktro turut hadir.


Selasa (13/3) kemarin, lobi Fakultas Teknik Elektro terdapat dua karangan bunga dukacita untuk Ale yang dipasang di dua sisi tembok. Karangan bunga tersebut dipasang oleh teman-teman Ale.

Kaprodi Teknik Elektro Sigit Yuwono mengatakan saat ini Ale tengah berencana menyelesaikan skripsi. Dia mengungkapkan Ale sudah berjanji kepada orang tua akan menyelesaikan skripsi pada tahun ini. Sebab ayahnya sudah pensiun bekerja.

"Diwanti-wanti agar segera lulus dan cepat bekerja karena akan menjadi tulang punggung keluarga. Janji ke orang tua ditepati (karena menyelesaikan skripsi di semester delapan), peluang untuk selesai tepat waktu tinggi," tutur Sigit.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed