DetikNews
Kamis 08 Maret 2018, 21:26 WIB

Sempat Hilang, 2 Anak Perempuan Tasik Ngaku Diculik Geng Punk

Deden Rahadian - detikNews
Sempat Hilang, 2 Anak Perempuan Tasik Ngaku Diculik Geng Punk Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Tasikmalaya - Dua dari empat orang anak perempuan asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang sempat dilaporkan hilang, sudah kembali ke rumah. Keduanya mengaku diculik geng punk 'Gledegan' untuk bekerja mengamen di Bandung.

Dua anak, inisial M (13) dan AS (14), telah berjumpa kembali dengan orang tuanya, Kamis (8/3/2018) pagi. Mereka sempat hilang selama berhari-hari usai pamit hendak mengambil pakaian.

Berdasarkan pengakuan kepada orang tua dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, M dan AS mengaku diajak paksa oleh geng 'Gledegan' yang dihuni sekelompok muda-mudi berdandan punk di Stasiun Ciawi Tasikmalaya pada Sabtu lalu. Kejadian bermula saat M diantar A keluar rumahnya untuk membawa baju kepada temannya.

"Sabtu lalu saya mau ambil baju di Ciawi. Terus pas pulang ketemu anak punk, dikejar dan disuruh ke Bandung," ucap M.


M dan AS tak berani melawan. Sebab keduanya mengaku dicekik dan diancam dibunuh menggunakan senjata tajam. Sejumlah anak punk itu menyebut kelompoknya bernama 'Gledegan'.

Bocah perempuan tersebut dipaksa pelaku ikut naik truk menuju Kota Bandung. Mereka dipekerjakan menjadi pengamen jalanan di kawasan Cibiru, Kota Bandung.

Setiap hari, M dan AS mengaku harus menyetor uang Rp 20 ribu rupiah tanpa diberi makan. "Kami menolak malah diancam sama dicekik. Di Bandung disuruh ngamen. Kalau tidur, kami di warung," kata M.

Hasil investigasi KPAID Kabupaten Tasikmalaya, kedua anak tersebut berhasil meloloskan diri setelah sempat berkelahi dengan pelaku penculikan. Geng 'Gledegan' yang disinyalir berasal dari luar Tasikmalaya ini berjumlah lima orang yang dua di antaranya perempuan.


Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto menjelaskan M dan AS mengalami gangguan fisik dan psikis akibat kekerasan yang dilakukan anak-anak punk tersebut.

"Dia bisa pulang cukup dramatis, karena sempat berkelahi dengan anak punk. Mereka dibawa anak punk, namanya kelompoknya 'Gledegan'. Korban dan pelaku bertemu di Ciawi. Korban dibawa paksa untuk mengamen di Bandung dan diancam pakai pisau. Serta diancam mau dibunuh," tutur Ato.

Menurut Ato, M dan AS dijemput kerabatnya di Bandung. Mereka meminta bantuan warga untuk menelepon kerabat. Meski diserahkan kepada keluarga, M dan AS masih dalam pengawasan KPAID Kabupaten Tasikmalaya. Hingga kini tercatat dua lagi anak perempuan yang hilang sejak pekan lalu.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed