Keracunan Massal di Cikancung Bandung, 21 Orang Dirawat

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 08 Mar 2018 11:57 WIB
Warga yang keracunan makanan ini tengah menjalani penanganan medis di RSUD Majalaya. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung - Warga Cikancung Bandung keracunan massal usai menyantap hidangan acara pernikahan. Dari 62 orang yang mengaku mual, pusing dan muntah, tercatat 21 orang terdiri anak dan dewasa masih menjalani penanganan medis di rumah sakit.

"Ada 16 orang dirawat di RSUD Majalaya dan lima orang di RSUD Cicalengka," kata Kapolsek Cikancung AKP Ivan Taufik di RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/3/2018).

[Gambas:Video 20detik]


Kejadian keracunan berlangsung Rabu (7/3) kemarin. Tuti (36), salah satu korban keracunan, datang ke pesta pernikahan yang digelar salah satu warga di Kampung Cipeundeuy, RT 03 RW 08, Desa Cikancung, Kecamatan Cikancung.

Satu jam setelah menikmati hidangan di pesta pernikahan itu, Tuti tiba-tiba pusing. "Mual dan langsung muntah-muntah setelah makan itu (makanan di acara pernikahan," kata Tuti kepada detikcom di RSUD Majalaya.

Warga lainnya, Nina Marlina (38), merasakan gejala yang sama. "Saya sudah mencium masakan ayam suwir itu bau asam. Sempat makan, seperti basi. Makannya enggak diterusin, tapi malah keracunan," ujar Nina.

Polisi menyelidiki kasus keracunan massal. Lima saksi di antaranya tuan rumah acara pernikahan, juru masak dan korban sudah didengar keterangannya oleh polisi. Sampel makanan yang diduga mengakibatkan korban keracunan itu sudah dikirim ke BPOM guna penelitian lebih lanjut.

Keracunan Massal di Cikancung Bandung, 21 Orang DirawatKapolsek Cikancung AKP Ivan Taufik memantau kondisi pasien keracunan makanan yang dirawat di RSUD Majalaya. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kepala IGD RSUD Majalaya dr Erwin Oktaviadi belum dapat menyimpulkan puluhan pasien tersebut keracunan. "Untuk keracunan makanan belum dapat kita pastikan, karena kita harus mencocokkan sampel muntahan (korban) dengan sampel makanan yang didapat dari kepolisian. Saat ini kita belum dapat menyebutkan (keracunan atau tidak)," ujar Erwin.

Lebih lanjut Erwin menuturkan kondisi para pasien tersebut sudah berangsur membaik. Petugas medis memberikan obat antimuntah dan antibiotok saat pasien tiba di rumah sakit. Sejumlah pasien terpasang slang infus.

"Perkembangan sudah jauh membaik dibandingkan awal masuk, keluhan rata-rata sudah berkurang dan kami lihat sudah stabil," kata Erwin. (bbn/bbn)