DetikNews
Senin 05 Maret 2018, 10:45 WIB

Distribusikan 22 Ribu Ton Rastra, Aher Ingatkan Akurasi Data

Mukhlis Dinillah - detikNews
Distribusikan 22 Ribu Ton Rastra, Aher Ingatkan Akurasi Data Gubernur Jabar Ahmad Heryawan secara simbolis memberikan beras sejahtera kepada perwakilan keluarga penerima manfaat. (Foto: Muklis Dinillah/detikcom)
Bandung - Pemprov Jabar mulai mendistribusikan Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) kedua di 2018. Sebanyak 22 ribu ton rastra akan disalurkan ke seluruh wilayah dalam sepekan

Distribusi Bansos Rastra ini secara simbolis dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kepada perwakilan keluarga penerima manfaat di Gedung Pakuan, Jalan Oto Iskandardinata, Kota Bandung, Senin (5/3/2018).

"Distribusi Bansos Rastra ini kan yang kedua. Jumlah yang pertama kan sekitar 21.993 ton, bulan ini jumlahnya juga sama," kata Aher, sapaan Heryawan, dalam sambutannya.

Aher mengingatkan kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk mendistribusikan Bansos Rastra ini dengan akurat. Sehingga, sambung dia, bantuan ini bisa dirasakan warga yang betul-betul membutuhkan.

"Ini disalurkan tentu harus ada akurasi data, karena perubahan setiap bulannya bisa terjadi," ujar Aher mengungkapkan.

Ia menuturkan berbagai program dan bantuan yang diberikan pemerintah selama ini seharusnya berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan warga. Sehingga, angka kemiskinan menurun.

Menurutnya turunnya angka kemiskinan juga berdampak terhadap jumlah bantuan yang diberikan pemerintah. Sebab, warga yang sudah sejahtera tidak berhak lagi mendapatkan Bansos Rastra.

"Mudah-mudahan selisihnya paling banyak dari tidak mampu jadi mampu. Itu tanda suksesnya program. Bukan yang tadinya mampu malah jadi tidak mampu," tuturnya.

Aher mengaku meminta bupati dan wali kota di Jabar untuk berlomba-lomba mengurangi jatah Bansos Rastra. Artinya warga di daerah tersebut sudah tidak membutuhkannya lagi lantaran sudah sejahtera.

Ia mengatakan sejauh ini daerah-daerah di wilayah selatan Jabar seperti Cianjur dan Ciamis kebutuhan Bansos Rastra masih besar dibandingkan daerah lainnya.

"Kita harap setiap daerah berlomba untuk mengurangi (Rastra). Kita minta langsung ke bupati walikota mengurangi dengan berbagai program. Secara natural jatahnya berkurang karena kemiskinannya juga berkurang," katanya.

"Tentu pengentasan kemiskinan bukan hanya Rastra. Ada program lainnya seperti PKH (program keluarga harapan) dan bantuan lainnya," ucap Aher menambahkan.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed