DetikNews
Kamis 01 Maret 2018, 18:52 WIB

Warga Subang Simpan 25 Drum Oli Palsu di Garasi Rumah

Dian Firmansyah - detikNews
Warga Subang Simpan 25 Drum Oli Palsu di Garasi Rumah Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni memperlihatkan barang bukti sejumlah drum berisi oli palsu. (Foto: Dian Firmansyah/detikcom)
Subang - Polisi membongkar praktik produksi oli palsu yang dilakoni tersangka YS (44) di garasi rumahnya, Kampung Pasirmahi, Desa Kosar, Cipeundey, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Barang bukti 25 drum oli palsu disita polisi.

Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni mengatakan penggerebekan di rumah tersebut berlangsung pada Sabtu (24/2). Selain kecurangan pembuatan oli, aktivitas industri rumahan ini diduga tanpa izin.

"Modusnya membeli beberapa oli yang diduga oli oplosan atau yang tidak bisa dipastikan SNI-nya," kata Joni di Mapolres Subang, Jalan Mayjen Sutoyo, Kabupaten Subang, Kamis (1/3/2018).

"Oli palsu itu dimasukkan ke kemasan oli bermerek terkenal, lalu oleh tersangka dijual ke pasaran," ucap Joni menambahkan.

Oli oplosan yang dibeli YS biasanya dipindahkan ke botol oli yang memiliki merek terkenal. Botol dan tampilan yang sama seperti oli resmi pun didapat di garasi rumahnya yang dijadikan tempat pengolahan cairan pelumas.

Joni menyebut oli yang diolah YS diduga tidak berstandar nasional. Oli palsu tersebut, berdasarkan keterangan YS, disebar ke sejumlah daerah di Jabar.

"Itu oli ada kurang lebih 25 drum atau lima ton. Oli buatannya ini sudah beredar di Bogor dan Subang serta Wilayah Jawa Barat lainnya," ucap Joni.

Selama ini, menurut dia, tersangka YS memproduksi oli palsu di garasi rumah. "Kalau kita perkirakan, omzet home industry ini modalnya hampir ratusan juta," ujar Joni.

Lebih dari 13 ribu botol, ratusan lembar label stiker merek oli dan alat bantu lainnya disita polisi. Tersangka JS diganjar pasal berlapis. Dia disangkakan melanggar Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf (d) UURI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Pasal 120 ayat 1 jo Pasal 53 ayat 1 UURI Nomor 3 Tahun 2014 tenang Perindustrian.

YS terancam hukuman penjara di atas lima tahun. Kini personel Satreskim Polres Subang mengembangkan kasus tersebut.

"Sementara tersangka satu orang, sudah kami tahan. Pelaku lain yang diduga terlibat masih dalam pencarian," ujar Joni.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed