Begini Cara Pemprov Jabar Kebut Bangun Masjid Terapung Gedebage

Mukhlis Dinillah - detikNews
Selasa, 27 Feb 2018 17:35 WIB
Desain Masjid Al Jabbar (Foto: Dok.Wijaya Karya)
Bandung - Pemprov Jabar mengebut pembangunan Masjid Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung. Salah satu upaya tersebut dengan mengajukan pembukaan akses Tol Padaleunyi KM 149 untuk mempercepat distribusi peralatan dan material bangunan.

Sekda Pemprov Jabar Iwa Karniwa mengatakan hujan yang terus mengguyur Kota Bandung menghambat pembangunan Masjid Al Jabbar. Rencana awal pembangunan Masjid Al Jabbar sebesar 6,344 persen pada 25 Februari 2018, namun baru terealisasi 1,541 persen.

"Cuaca (hujan) menghambat proses pengerukan dan pemasangan tiang pancang. Sudah ada langkah signifikan untuk lakukan percepatan pembangunan," kata Iwa saat hubungi via telepon genggam, Selasa (27/2/2018).


Ia menuturkan langkah percepatan ini dilakukan dengan cara pembukaan akses Tol Padaleunyi KM 149, yang sebelumnya dibuka dan digunakan untuk proses pembangunan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

"Nanti akses KM 149 dibuka. Ini dalam proses pengusulan ke Jasa Marga dan Insya Allah Jasa Marga akan merespons dengan baik dalam waktu yang relatif singkat," ucapnya.

Iwa menjelaskan untuk pembangunan danau retensi, dilakukan dengan cara memindahkan tanah atau disposal dari lokasi pembangunan masjid ke atas lahan yang telah disetujui sebagai lokasi pembuangan tanah.

Proses pengangkutan menggunakan truk hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit ke lokasi pembuangan. Ini juga meminimalisasi gangguan lalu lintas akibat aktivitas pengangkutan tanah ini.

"Masjid ini didirikan di atas danau seluas 10 hektare. Ini kami bangun danau supaya kalau hujan, di Gedebage ini tidak banjir, dan kemarau tidak kekeringan, sehingga ada suplai air baku," tutur Iwa.


Setelah pengerukan untuk danau retensi dan pemasangan tiang pancang selesai, barulah pengerjaan konstruksi bangunan masjid dikerjakan di atasnya. Pembangunan direncanakan selama 354 hari sejak dikerjakan 21 Desember 2017 lalu.

"Setelah pengerukan dan pemasangan tiang pancang baru dibangun konstruksi untuk masjidnya," kata Iwa.

Masjid ini bergaya arsitektur modern dan sarat dengan nilai-nilai Asmaul Husna. Masjid yang disebut-sebut sebagai salah satu masjid termegah di Indonesia ini akan memiliki museum sejarah Nabi Muhammad SAW.

Masjid dengan struktur atap bertumpuk simetris berwarna putih dengan jendela berwarna-warni menutup sebagian besar dindingnya ini berdiri seperti mengambang di atas danau. Struktur masjid ini menggunakan bentang baja dan jendela atap berwarna.

Al Jabbar memiliki plaza di bagian depannya dan dikelilingi oleh empat menara berdesain modern. Keempat menaranya pun tampak muncul dari dasar danau yang dikeliling taman dan pepohonan. Lokasinya terletak di Jalan Cimincrang Gedebage yang menjadi pusat pengembangan Ibukota Jawa Barat tersebut.

Rencananya masjid ini didirikan di lahan seluas 25,98 hektare, sebagian besar adalah danau retensi dan lahan terbuka hijau. Danau retensi ini akan berfungsi sebagai embung untuk mengendalikan banjir di Gedebage dan sekitarnya yang biasanya disebabkan oleh luapan anak-anak sungai Citarum. (bbn/bbn)