Manajer Pusdalops BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu mengatakan puluhan ribuan jiwa tersebut merupakan korban bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Bandung.
"Yang sekarang masif itu masih di tiga daerah. Di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Bandung," kata Budi, saat ditemui di Kantor BPBD Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (26/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di Kabupaten Kuningan ada sekitar 3.681 jiwa yang terkena dampak akibat bencana longsor dan pergerakan tanah yang terjadi 21 Ferbuari 2018. Bahkan saat ini, kata Budi Kabupaten Kuningan dan Cirebon statusnya sedang masa tanggap darurat sampai 5 Maret 2018 mendatang.
"Kabupaten Kuningan dan Cirebon sekarang statusnya tanggap darurat diperkirakan sampai 5 Maret," ucap Budi.
Dia melanjutkan, berbagai upaya terus dilakukan untuk menanggulangi bencana yang terjadi di tiga kabupaten tersebut. Khusus Kabupaten Kuningan pihaknya menerjunkan sebanyak 15 personel unit reaksi cepat untuk membantu penanganan di lapangan.
"Tadinya 15 orang ini bertugas di Kabupaten Cirebon tapi kan di Cirebon banjir sudah agak surut jadi kita alihkan ke Kabupaten Kuningan," katanya.
Budi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada bencana banjir dan longsor. Apalagi saat ini, kata dia, Jawa Barat masih berstatus siaga bencana banjir dan longsor.
"Jawa Barat statusnya masih siaga bencana banjir dan longsor. Penetapan status ini sudah dimulai sejak November 2017 sampai 31 Mei 2018 nanti," tandasnya. (ern/ern)











































