DetikNews
Selasa 20 Februari 2018, 08:46 WIB

Pilgub Jabar 2018

Sejumlah Kader PPP, PKB dan Hanura Membelot Dukung Dua DM

Wisma Putra - detikNews
Sejumlah Kader PPP, PKB dan Hanura Membelot Dukung Dua DM Foto: Wisma Putra
Kabupaten Bandung - Sejumlah kader dan ratusan simpatisan PPP, PKB dan Hanura mengalihkan dukungan kepada pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Dua DM). Seperti diketahui, tiga partai itu secara resmi telah mengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum di Pilgub Jabar 2018.

Pantauan detikcom, Senin (19/2) malam, dukungan yang dikemas dalam acara 'Deklarasi Konspirasi Partai PPP, PKB dan Hanura' itu diselenggarakan di Rumah Makan Kampung Sawah, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Acara digelar cukup larut, pukul 22.00 hingga 24.00 WIB.

Pada acara deklarasi itu, turut hadir Cagub Jabar Deddy Mizwar, Ketua Bappilu PPP Jabar Komarudin Taher, Wakil Sekretaris Dewan Syuro Kabupaten Subang PKB Agus Eko Muhammad Solihun dan Ketua Bappilu Hanura Jabar Budi Hermansyah. Keempatnya memberikan kata sambutan di hadapan ratusan pendukung Dua DM.

Kader PPP, PKB dan Hanura Kabupaten Bandung Membelot Dukung Dua DMFoto: Wisma Putra


Ketua Tim Konspirasi Partai PPP, PKB dan Hanura Komarudin Taher yang juga merupakan Ketua Bappilu PPP Jabar mengatakan acara tersebut merupakan kegiatan silaturahmi.

"Silaturahmi dengan Pak Demiz, karena menghadapi Pilgub silaturahminya juga berbau Pilgub," katanya kepada wartawan.

Komarudin menjelaskan kenapa acara tersebut harus dinamai 'konspirasi' karena partainya sudah mendukung calon lain.

"Kita tidak berbicara DPC, tidak berbicara apa pun. Kita punya nurani yang sama dari tiga partai ini dan Insya Allah ini terus menggelinding terjadi di kabupaten lain," jelas Komarudin.

Saat disinggung apakah pihaknya tidak takut oleh sanksi partai politiknya, Komarudin menyatakan ini merupakan proses dinamika politik.

"Namanya politik kok takut, semua ada proses, dinamika dan lainnya. Kalau semua partai main pecat ya habis, wong nyari suara aja Susah. Nyari suara itu susah loh, apalagi PPP pecah ada kubu Dzan Farid, narik Pak Dzan Farid tidak balik-balik, apalagi sekarang yang ada dipecat-pecat. Ini hati nurani," tegasnya.

Acara itu dikemas dengan tidak melanggar peraturan KPU dan Panwaslu. Contohnya seperti mengganti nama Deddy Mizwar menjadi Naga Bonar atau Bang Jack. Ada juga kata mendukung diganti menjadi mendoakan.

"Kita mencoba taat aturan, sehingga kita tidak ingin melanggar," ujarnya terkait penggantian nama tersebut.

[Gambas:Video 20detik]


"Saya tidak mengerti itu, apakah mendukung atau tidak, atau PPP mendukung (calon lain) sementara saya hadir di sini, saya juga enggak paham, mudah-mudahan berdoa. Karena Itu bagian komitmen kita, kita mendoakan, menindaklanjuti doa kita, mudah-mudahan doa kita terkabul, mudah-mudahan menang," ujarnya saat menjelaskan maksud acara deklarasi itu.

Komarudin mengklaim acara deklarasi itu merupakan pertama kali di gelar di Kabupaten Bandung. "Ini yang pertama, kita baru mulai karena kampanyenya baru mulai, nanti kita akan bersama-bersama dengan partai koalisi dan kami yakin juga yakin di belakang kami, partai yang hadir malam ini akan semakin banyak. Kita doakan pasangan Dua DM karen ini pasangan ideal. Punya komitmen," pungkasnya.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed