DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 19:00 WIB

4 Orang Jakmania Dianiaya di Karawang, 18 Orang Masih Buron

Luthfiana Awaluddin - detikNews
4 Orang Jakmania Dianiaya di Karawang, 18 Orang Masih Buron SHD dan RB, 2 dari 20 orang oknum Bobotoh yang menganiaya 4 Jakmania/Foto: Luthfiana Awaludin
Karawang - 4 orang Jakmania asal Karawang, Jawa Barat dianiaya 20 orang oknum Bobotoh di depan mini market, jalan Badami, Desa Margakarya, Karawang Barat Minggu dini hari (18/2/2018). Polisi baru menangkap 2 pelaku, 18 pelaku lainnya masih buron.

Insiden pengeroyokan ini bermula saat salah seorang korban, Sanghyang Sapujagat (15) dan 3 kawannya melintas menggunakan sepeda motor dengan knalpot berisik di wilayah Badami, Karawang Barat.

Saat melintas di depan mini market, keempat korban dihadang sekitar 20 orang yang sedang nongkrong. "Para pelaku kesal dengan euforia korban yang merayakan kemenangan Persija di Piala Presiden," ujar Kapolsek Telukjambe Barat, Iptu Hasanuddin Bahar saat ekspos di Mapolsek Telukjambe Barat, Senin sore (19/2).

Setelah mencegat korban, para pelaku kemudian memukuli korban menggunakan botol minuman, batu bata dan senjata tajam. Empat korban tercatat luka parah terkena sabetan senjata tajam.

"Korban mengalami luka serius dengan sabetan senjata tajam di paha," ujar Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan dalam kesempatan yang sama.

Hendy mengatakan, telah menangkap SHD alias MNG dab RB alias CHL pada Minggu malam (18/2). SHD merupakan seorang tukang parkir di mini market itu. Ia menurut Hendy ikut mengeroyok korban yang masih mengenakan atribut Persija.

"Saat korban lewat, sekelompok oknum bobotoh yang sedang nongkrong spontan menyerang. Kemungkinan kebiasaan lama yang belum dihilangkan masing-masing kelompok," ucapnya.

"Korban mengalami luka serius dengan sabetan senjata tajam di paha," ujar Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan dalam kesempatan yang sama.

Hendy mengatakan, telah menangkap SHD alias MNG dab RB alias CHL pada Minggu malam (18/2). SHD merupakan seorang tukang parkir di minimarket itu. Ia menurut Hendy ikut mengeroyok korban yang masih mengenakan atribut Persija.

"Saat korban lewat, sekelompok oknum bobotoh yang sedang nongkrong spontan menyerang. Dimungkinkan kebiasaan lama yang belum dihilangkan masing-masing kelompok," ucapnya.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed