Masa Kampanye, Alat Peraga Pilbup Bandung Barat Belum Siap

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 15 Feb 2018 09:54 WIB
ilustrasi Pilbub KBB/Foto: wisma putra
Bandung - Proses kampanye calon bupati dan wakil bupati Bandung Barat di mulai hari ini, namun alat peraga kampanye (APK) dari KPU belum siap.

"(APK) yang dari KPU belum, masih dalam proses pencetakan," kata Ketua KPU Iing Nurdin via telepon, Kamis (15/2/2018).

Iing menuturkan, APK untuk Pilbup Bandung Barat belum siapa dikarenakan masih dalam proses pencetakan. Pihaknya pun belum dapat memastikan APK tersebut selesai dalam waktu dekat.

"Belum diketahui, kan kita baru lelang dan belum dapat dipastikan," tuturnya.

Karena APK dari KPU belum siap, Iing menyebutkan, pada hari pertama kampanye para paslon dapat menggunakan APK milik sendiri. "(APK) dari para paslon dibolehkan sejauh mereka tidak melanggar aturan yang sudah disepakati," ujarnya.

"Paslon diperbolehkan memasangkan alat peraga kampanye sejumlah 150 persen yang akan dicetak oleh KPU. Dalam PKPU-nyaa, pemasangan alat peraga kampanye sebanyak 5 baliho di satu kabupaten, artinya kalau 150 persen Paslon diperbolehkan membuat 7 buah baliho (ukuran besar)," tambahnya.

Para Paslon boleh membuat sebanyak 7 buah setiap satu kabupaten. Selain dalam bentuk baliho, para paslon pun dapat membuat APK dalam bentuk spanduk dan umbul-umbul.

Spanduk sebanyak 10 buah masing-masing kecamatan, umbul-umbul dua buah setiap desa. Menurutnya, jika lebih, Panwaslu yang akan mengawasi berapa jumlah dan ukuran (APK) yang dipasang oleh para Paslon.

"Karena maksimalkan nya 7 buah, Panwaslu lebih mudah (melakukan pemantauan) dan dikoordinasikan dengan Satpol-PP. Jika tidak sesuai, makan Satpol-PP yang akan menurunkan (APK) tersebut," ungkapnya.

Meskipun para paslon dapat menggunakan APK nya masing-masing, IIng menerangkan, tempat untuk pemasangan APK para paslon pun tidak boleh dipasang secara sembarangan, karena sudah ditentukan sesuai aturan PKPU.

"Tidak boleh (dipasang) di depan sekolah, rumah sakit, sekolah, tempat-tempat ibadah. Itu yang tidak boleh, mereka memasang itu harus memperhatikan aspek-aspek keamanan dan estetika. Ini kan diatur oleh Perda K3 Pemda KBB," terangnya.

Ia berharap pelaksanaan kampanye di hari pertama, para paslon berjalan aman dan lancar. Ia juga berpesan kepada para Paslon untuk melakukan kampanye dengan cara dialogis dan mengedukasi.

"Lakukan kampanye dengan cara dialogis, menjauhi kampanye negatif dan bersifat hoax. Kampanye bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat, maka ke depankan program, visi dan misi yang dapat direalisasikan sehingga masyarakat dapat memahami program para paslon itu sendiri," katanya.

"Kami ingin, para paslon menjauhi politisasi tentang sara yang bisa memecahkan belah masyarakat, tidak usah berkampanye dengan sara, tapi lebih baik mengedepankan keunggulan dari program yang mereka punya," pungkasnya. (avi/avi)