"Tetep saya sarankan pindah ke Cibadak. Kan harus dicoba dulu," ujar pria yang akrab disapa Emil itu saat ditemui di PDAM Tirtawening, Kota Bandung, Rabu (14/2/2018).
Sebagai pemimpin, kata Emil, ia harus berlaku adil pada warga dan para PKL yang menggantungkan hidupnya di Jamika. Sehingga ia melakukan relokasi pada PKL sebagai solusi keadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Emil pemilihan Cibadak sebagai relokasi bukan tanpa alasan. Sebab Cibadak akan dijadikan pusat wisata malam. "Sekarang kulinernya kan sudah ada, tinggal wisata belanjanya aja belum. Nanti akan ramai ada market baru. Market wisatawan yang tadinya males ke jalan raya, tapi dengan Cibadak yang tertutup akan lebih nyaman," katanya.
Disinggung soal alasan PKL yang enggan direlokasi karena adanya penolakan dari warga Cibadak, Emil mengaku hal itu tidak ada. Sebab ia sudah bertemu dengan warga dan semua telah selesai.
"Enggak (ada penolakan). Sudah ketemu dengan saya. Coba sebutkan per-PKL-an yang tidak ada dinamika. Endingnya 90 persen berhasil dan lancar. Pemerintah ini selalu cari solusi," ujar Emil.
(ern/ern)











































