detikNews
Jumat 09 Februari 2018, 14:19 WIB

Edarkan Tramadol ke Anak Jalanan, 2 Anak Punk di Karawang Diciduk

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Edarkan Tramadol ke Anak Jalanan, 2 Anak Punk di Karawang Diciduk Foto: Luthfiiana Awaluddin
Karawang - Polisi menangkap Bayu Azhari alias Bayem dan Rahmat Hidayat alias Mocin, dua anak punk yang kerap mengedarkan pil Tramadol di kalangan anak jalanan. Dari tangan keduanya, Polisi menyita 1.750 butir pil tramadol.

"Pelaku merupakan anak punk yang biasa mangkal di lampu merah dekat DPRD Karawang. Ia yang kerap memasok pil Tramadol untuk anak-anak jalanan," kata Kasatnarkoba Polres Karawang AKP Eko Condro saat ekspos di Mapolres Karawang, Jumat (9/1/2018).

Eko mengungkapkan selain mangkal di perempatan, Bayem dan Mocim hampir setiap hari mengedarkan pil tramadol kepada pengamen dan anak jalanan. Keduanya kerap meraup untung Rp 1.000 dari setiap butir pil Tramadol yang mereka jual. Kepada para pelanggannya, Bayu menjual pil itu seharga Rp 3.500 per butir.

"Lumayan laris dan banyak pelanggannya," Eko menambahkan.

Dalam ekspos, Polisi juga memperlihatkan 38,78 gram sabu seharga hampir Rp 70 juta. Barang haram itu, kata Eko adalah milik 8 buruh pabrik yang nyambi jadi pengedar sabu.

Mereka adalah Ahmad alias Botak, Bukhori Muamar Muslim alias Buho, Rusid alias Boy, A. Sopandi alias Wakil, Agus Bahtiar alias Tiar, Suwandi alias Tate, Nurhalim alias Alim, dan Martin Andrian alias Atin.

Selain menyita 38,78 gram narkotika jenis sabu dari tangan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah alat hisap 8 ponsel berbagai merek dan 2 timbangan digital. "Rata-rata para tersangka ini bekerja sebagai buruh. Mereka menjualnya kepada sesama rekan kerja," ungkap Eko.

Semua pelaku, kata Eko merupakan hasil tangkapan dalam rentang waktu 2 pekan, sejak 26 Januari hingga 5 Februari 2018.

Wakapolres Karawang Kompol Rano Handiyanto mengatakan, 8 pengedar sabu-dijerat Pasal 112 Jo 127 Jo 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

"Sedangkan dua pengedar tramadol, yakni Rahmat Hidayat dan Bayu Azhari dijerat dengan pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara," pungkas Rano.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com