Dulu Keueung, Kini Alun-alun Regol Jadi Wisata Baru di Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 07 Feb 2018 15:37 WIB
Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Keberadaan Alun-alun Regol di Jalan Pasirluyu Selatan, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, Kota Bandung kini bisa menjadi alternatif wisata khususnya bagi warga yang tinggal di daerah Bandung selatan.

Dulunya kawasan yang berada di bantaran Sungai Cikapundung ini merupakan lahan kosong yang biasa digunakan oleh warga untuk membuang rongsokan. Selain itu lokasinya yang merupakan jalur lintas Soekarno Hatta-Buah Batu terkesan menakutkan bagi pengendara.

Hal itu dirasakan sendiri oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Pria yang akrab disapa Emil itu mengaku sering merasa takut dan waswas saat bersepeda melewati jalan tersebut.

"Saya orang paling bahagia karena dulu kalau setiap lewat jalan sini keueung (seram) dan tidak terurus. Alhamdullilah sekarang dari panggung saya lihat sudah sangat baik," ujar Emil saat memberi sambutan dalam peresmian Alun-alun Regol, Rabu (7/2/2018).

Kini di akhir masa jabatan Emil, Pemkot Bandung telah mengubah lahan kosong itu menjadi sebuah taman sekaligus alun-alun bagi warga Kecamatan Regol dan terbuka untuk umum.

Alun-alun Regol dibangun di bantaran Sungai Cikapundung yang memisahkan antara Kecamatan Regol dan Lengkong. Lokasinya memanjang sekitar satu kilometer dengan lebar rata-rata mencapai 20 meter. Namun yang baru dibangun 600 meter, masih tersisa 400 meter lagi.

Di tempat ini terdapat sejumlah ornamen yang menjadi ciri khas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung, seperti kolam cetek atau kolam dangkal dan taman bunga berwarna-warni.

Jika biasanya hanya ada satu kolam cetek, khusus di tempat ini terdapat empat kolam dangkal yang bisa digunakan oleh warga untuk bermain air. Selain itu terdapat area bermain anak sebagai penunjang di sisi lainnya.

Satu spot yang menarik perhatian adalah jembatan warna-warni atau orang menyebutnya sebagai jembatan pelangi. Jembatan ini berfungsi sebagai penyambung antara satu taman ke taman lainnya. Warna dan bentuknya yang unik menjadikannya salah satu tempat favorit warga untuk berfoto.

Kadis Pekerjaan Umum Kota Bandung Arif Prasetya mengatakan di Alun-alun Regol terdapat dua zona yakni zona natural dan zona urban. Kedua zona tersebut memiliki tampilan dan fungsi berbeda.

Zona natural, kata Arif, adalah buah kolaborasi dengan BBWS. Di zona ini terdapat banyak pohon-pohon besar, gazebo dan area bunga. "Untuk zona urban kita bagi pasif dan aktif. Untuk yang aktif ada kaulinan budak, play ground dan kolam ikan. Kalau yang pasif hanya tempat duduk, seni dan taman bunga," katanya.

Arif mengatakan rencananya tahun ini akan dibangun pagar pembatas di sejumlah titik sebagai pengaman antara warga dan sungai. Terlebih pemasangan akan difokuskan pada area permainan anak dan kolam cetek.

Untuk menjaga kebersihan dan keamanan, pemerintah bekerja sama dengan warga yang tergabung dalam komunitas Pamacan. Nantinya sebagai biaya operasional, toilet dan lahan parkir akan dikelola oleh Pamacan.

Anggaran untuk pembangunan alun-alun ini Rp 25 miliar. Uang tersebut berasal dari APBD Kota Bandung sebesar Rp 20 miliar dan sisanya bantuan dari BBWS.

"Sekarang yang dikerjakan baru sekitar 600 meter. Sisanya sekitar 400 meteran belum selesai dan akan masuk dalam tahap dua," ujar Arif. (ern/ern)